
NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) bersama Batangas State University (BatStateU), Filipina, resmi memulai program Collaborative Online International Learning (COIL) Technopreneurship 2026. Pembukaan program internasional ini ditandai melalui kegiatan Joint Opening and Orientation yang digelar secara daring pada Jumat (9/10).
Mengusung tema “Reaching Ideas, Cultivating Innovation, Building a Global Future”, program ini mempertemukan mahasiswa UNM dengan mahasiswa dari College of Informatics and Computing Sciences (CICS) BatStateU. Para peserta berkolaborasi merancang solusi bisnis berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Baca juga:UNM dan BatStateU Filipina Kolaborasi Program COIL Bahas Bisnis Digital
Program COIL Technopreneurship 2026
Chancellor BatStateU JPLPC Malvar, Dr. Romel U. Briones, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk mengubah gagasan menjadi solusi nyata. Menurutnya, inovasi yang berdampak besar berawal dari keberanian bertukar pikiran dan keterbukaan terhadap perspektif baru.
“Melalui program COIL Technopreneurship ini, kami berharap mahasiswa dapat menambah pengetahuan, meningkatkan kepercayaan diri dan kreativitas, serta mengembangkan kemampuan bekerja sama. Technopreneurship mendorong kita untuk mengubah ide menjadi solusi praktis dengan memanfaatkan teknologi,” ujar Romel U. Briones.
Pada kesempatan ini, Vice Chancellor for Academic Affairs BatStateU JPLPC Malvar, Dr. Dennis B. Legaspi, menambahkan bahwa kegiatan akademik internasional melampaui batas ruang kelas konvensional. Ia mendorong seluruh peserta memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jejaring global.
“Program seperti COIL menunjukkan bahwa pembelajaran tidak harus terbatas pada ruang kelas. Mahasiswa merupakan unsur paling penting, dan kami berharap mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar hal baru serta berbagi pengalaman,” kata Dennis B. Legaspi.
Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Non-Akademik sekaligus Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI), Arif Hidayat, menyampaikan apresiasinya atas kemitraan ini. Ia menyebut COIL sebagai sarana strategis mengasah keahlian design thinking hingga pembentukan minimum viable product (MVP).
Baca juga:UNM Kembangkan Metode COIL Hadirkan Pengalaman Belajar Internasional Berbasis Daring
“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan dalam pemodelan bisnis dan design thinking, tetapi juga membangun empati serta pengalaman kolaborasi digital global. Kami mendorong mahasiswa berani keluar dari zona nyaman untuk menghasilkan inovasi yang berdampak nyata,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (9/10).
Rangkaian pengerjaan proyek berbasis tim ini dijadwalkan mencapai puncaknya pada ajang International Final Pitch pada 11 Desember 2026. Melalui kolaborasi ini, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat ekosistem pembelajaran adaptif guna mencetak talenta digital berwawasan internasional.







