
NusamandiriNews, Depok – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sukses menyelenggarakan kegiatan Studium Generale bertajuk “Shaping the Future Through Computational Intelligence: Exploring New Frontiers in Computer Science and Biomedical Informatics” pada Senin (5/10). Acara ini digelar secara hybrid di Aula UNM Kampus Margonda, Depok, dan disiarkan daring lewat Zoom.
Kegiatan akademik ini menghadirkan Dr. Ruhul Amin, M.Kom., yang memaparkan arah dan makna penting perjalanan program doktor. Ia menekankan bahwa inti dari pendidikan doktor adalah menghasilkan kontribusi orisinal yang memperluas batas pengetahuan manusia.
Baca juga:Universitas Nusa Mandiri Perluas Peminatan Riset Komputasi dan Biomedis
Dorong Riset Kebaruan, UNM Gelar Studium Generale
Dalam pemaparannya, Dr. Ruhul membagikan pandangan strategis bagi mahasiswa pascasarjana agar tidak menunda proses penulisan karya ilmiah. Ia mengingatkan mahasiswa untuk tidak terjebak pada keinginan membuat penelitian yang sempurna sejak awal.
“Paper pertama bukan untuk menjadi sempurna, melainkan dibuat untuk memulai perjalanan publikasi. Semakin cepat submit, semakin cepat kita belajar dari reviewer,” kata Dr. Ruhul saat memberikan materi di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan bahwa proses publikasi pada jurnal bereputasi seperti Scopus membutuhkan waktu yang tidak singkat. Oleh karena itu, mahasiswa doktor disarankan untuk mulai menulis paper sejak semester pertama tanpa menunggu data terkumpul terlalu banyak.
Baca juga:IEEE YESIST12 2026 Bawa Terobosan Inovasi Muda Global ke Bekasi
Dr. Ruhul juga menambahkan pentingnya memulai langkah riset dari pembuatan paper review. Metode ini dapat membantu peneliti memahami celah riset (research gap), menentukan jurnal target, serta membangun dasar penelitian disertasi yang kuat.
“UNM sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat ekosistem riset yang kolaboratif. Langkah tersebut diharapkan mampu mencetak lulusan doktor yang produktif dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan,” tegasnya.







