UNM Perkuat Kurikulum OBE

NusamandiriNews, Jakarta — Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat kualitas pembelajaran melalui penerapan Outcome-Based Education (OBE). Melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP), UNM menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum OBE Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 pada Rabu-Kamis 26–27 Agustus 2026 di Universitas Nusa Mandiri Kampus Jatiwaringin, Jl Raya Jatiwaringin, No 2, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.

Kegiatan ini diikuti dosen Unit Pengembangan Akademik (UPA) dari berbagai program studi di Fakultas Teknologi Informasi (FTI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Fokus workshop diarahkan pada penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang mampu memastikan proses pembelajaran berorientasi pada capaian kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja.

Baca juga:Generasi Z Wajib Tahu! Ini Dia Kurikulum OBE di UNM

UNM Perkuat Kurikulum OBE

Wakil Rektor I Bidang Akademik UNM, Dr. Nita Merlina, mengatakan penerapan OBE menjadi bagian penting dalam memastikan pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi menghasilkan kompetensi yang dapat diterapkan mahasiswa.

“Kurikulum harus mampu menjawab perubahan kebutuhan industri. Melalui OBE, pembelajaran diarahkan pada capaian yang terukur sehingga mahasiswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan menghadapi dunia profesional,” kata Dr. Nita dalam rilis yang diterima, pada Senin (31/8).

Workshop menghadirkan Nurmalasari, Ketua LPPP UNM, dan Dr. Sukmawati Anggraeni Putri, M.Kom. sebagai narasumber. Materi mencakup penyusunan CPMK, sub-CPMK, metode pembelajaran aktif, hingga asesmen yang selaras dengan prinsip OBE.

Peserta juga melakukan pembahasan dan evaluasi terhadap rancangan RPS masing-masing untuk memperoleh masukan secara langsung. Hasil workshop diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran Semester Ganjil 2026/2027.

Baca juga:Akreditasi Unggul Jadi Bukti, Doktor Informatika UNM Serius Garap Riset Teknologi

Menurut Dr. Nita, penguatan kurikulum juga harus berjalan beriringan dengan pengalaman mahasiswa di dunia industri. Karena itu, UNM menghadirkan Internship Experience Program (IEP) 3+1, yang memberikan kesempatan mahasiswa menjalani tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman magang di industri.

“Kami ingin lulusan UNM memiliki kombinasi antara kompetensi akademik dan pengalaman industri. Inilah yang terus kami bangun agar lulusan lebih adaptif dan siap menghadapi transformasi digital,” tegasnya.

Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus menyelaraskan pendidikan, teknologi, dan kebutuhan industri untuk menghadirkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja.