
Masih banyak orang yang menganggap ruang kuliah dan dunia industri adalah dua dunia yang berbeda. Di kampus, mahasiswa belajar teori. Di perusahaan, mereka baru belajar praktik. Cara pandang seperti ini sudah tidak lagi relevan di tengah percepatan transformasi digital.
Saya semakin meyakini hal itu setelah mengikuti kunjungan industri ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam rangkaian Indonesia Instructor Conference Cisco Networking Academy 2026 di Pekanbaru. Kunjungan tersebut memberikan gambaran yang sangat jelas bahwa teknologi yang dipelajari mahasiswa hari ini sesungguhnya telah menjadi tulang punggung operasional perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.
Baca juga:Jangan Kuliah Tanpa Jaringan Global!
Kuliah Jangan Terjebak Teori
Inilah pesan penting yang menurut saya harus dipahami oleh calon mahasiswa maupun perguruan tinggi. Dunia industri bergerak jauh lebih cepat daripada perubahan kurikulum. Jika kampus tidak mampu mengikuti ritme perkembangan teknologi, maka lulusan akan tertinggal bahkan sebelum memasuki dunia kerja.
Di Pertamina Hulu Rokan, kami melihat bagaimana sekitar 92 persen infrastruktur jaringan perusahaan dibangun menggunakan teknologi Cisco. Jaringan tersebut bukan sekadar menghubungkan komputer dengan komputer, melainkan menjadi sistem saraf yang memastikan komunikasi data, pemantauan operasional, hingga proses pengambilan keputusan berlangsung secara cepat, aman, dan terintegrasi.
Hal yang paling menarik adalah bagaimana Artificial Intelligence (AI) telah menjadi bagian dari aktivitas operasional sehari-hari. AI digunakan untuk memantau kondisi sumur minyak secara real time, mendeteksi potensi gangguan sebelum menjadi masalah besar, sekaligus membantu meningkatkan produktivitas melalui analisis data yang presisi.
Di sisi lain, Data Science tidak lagi hanya menjadi istilah akademik yang sering muncul dalam ruang kuliah. Teknologi ini benar-benar dimanfaatkan untuk mengolah jutaan data geologi, karakteristik tanah, hingga histori pengeboran sehingga perusahaan mampu menentukan lokasi eksplorasi secara lebih akurat. Keputusan bisnis kini semakin banyak ditentukan oleh data, bukan sekadar intuisi.
Pengalaman tersebut mempertegas satu kenyataan bahwa revolusi digital telah mengubah hampir seluruh sektor industri, termasuk sektor yang selama ini identik dengan pekerjaan lapangan seperti minyak dan gas.
Artinya, mahasiswa yang saat ini mempelajari Computer Networking, Artificial Intelligence, Cybersecurity, Internet of Things (IoT), maupun Data Science sebenarnya sedang mempelajari kompetensi yang menjadi kebutuhan utama dunia kerja. Persoalannya bukan lagi apakah teknologi tersebut akan digunakan, melainkan apakah perguruan tinggi mampu mempersiapkan lulusannya agar benar-benar menguasainya.
Menurut saya, pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada transfer pengetahuan. Kampus harus menjadi ruang yang mempertemukan teori dengan realitas industri. Mahasiswa perlu dibiasakan menyelesaikan studi kasus nyata, mengerjakan proyek kolaboratif, memperoleh sertifikasi profesional, hingga terlibat langsung dalam lingkungan kerja sebelum mereka lulus.
Inilah alasan mengapa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi semakin penting. Dunia pendidikan membutuhkan masukan langsung dari perusahaan agar kurikulum tetap relevan, sementara industri membutuhkan perguruan tinggi yang mampu menghasilkan talenta dengan kompetensi yang sesuai perkembangan zaman.
Sebagai Universitas Nusa Mandiri (UNM), Kampus Digital Bisnis, kami terus berupaya menghadirkan ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan tersebut. Melalui Program Studi Informatika, Sistem Informasi, dan Sains Data, mahasiswa dibekali kemampuan di bidang Artificial Intelligence, Computer Networking, Cybersecurity, Data Science, hingga pengembangan sistem digital yang selaras dengan kebutuhan industri.
Pembelajaran tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Cisco Networking Academy yang memberikan akses terhadap standar kompetensi internasional, serta Internship Experience Program (IEP) 3+1, yang memungkinkan mahasiswa menjalani tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman magang profesional di dunia industri. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengalami secara langsung bagaimana teknologi diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata.
Saya percaya bahwa masa depan pendidikan tinggi bukan ditentukan oleh megahnya gedung atau banyaknya ruang kelas, melainkan oleh seberapa besar kampus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan perubahan dunia.
Generasi muda juga perlu mengubah cara pandangnya terhadap kuliah. Jangan memilih program studi hanya karena sedang populer. Pilihlah bidang yang memiliki keterkaitan kuat dengan kebutuhan industri masa depan. Teknologi akan terus berkembang, tetapi kompetensi yang adaptif akan selalu memiliki nilai.
Baca juga: Jangan Tunda Kuliah, Masa Depan Tak Menunggu Anda
Indonesia membutuhkan lebih banyak talenta digital yang bukan hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi melalui teknologi. Mereka inilah yang kelak akan menjadi penggerak transformasi digital di berbagai sektor strategis nasional.
Karena itu, saya mengajak para siswa SMA/SMK dan generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton perubahan. Jadilah bagian dari generasi yang membangun inovasi, menguasai teknologi, dan siap menghadapi tantangan industri global.
Informasi dan pendaftaran mahasiswa baru Universitas Nusa Mandiri dapat dilakukan secara online melalui https://pmb.nusamandiri.ac.id. Informasi lengkap mengenai program studi, fasilitas, dan berbagai program unggulan Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dapat diakses melalui https://nusamandiri.ac.id/.
Penulis: Andry Maulana, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda








