NusamandiriNews, Depok – Generasi Mandiri Conference 2026 yang digelar di Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Margonda, jl Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok. Di UNM yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis menjadi ajang pembuktian bahwa mahasiswa penerima Beasiswa Jalur Undangan (BJU) tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga produktif menghasilkan karya digital yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dalam sesi sharing mahasiswa berprestasi pada Jumat (27/2), dua talenta muda UNM tampil mempresentasikan inovasi mereka di hadapan peserta dan praktisi industri.
Baca juga: Tak Cukup IPK UNM Dorong Mahasiswa Siap Industri Sejak Semester Awal
Bukan Sekadar Penerima Beasiswa Mahasiswa UNM
Farros Althaf, mahasiswa Program Studi Informatika, memaparkan pengembangan tampilan website dengan desain modern dan user-friendly. Ia menekankan pentingnya perpaduan estetika visual, struktur navigasi yang jelas, serta optimalisasi pengalaman pengguna (UI/UX) agar website tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga efektif secara fungsional.
Menurut Farros, di era digital saat ini, website menjadi wajah utama sebuah brand atau institusi sehingga harus dirancang dengan standar profesional. Karyanya dinilai selaras dengan kebutuhan industri yang menuntut kualitas desain dan performa digital yang optimal.
Sementara itu, Muhammad Rizki Raffael, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, menghadirkan inovasi berbeda melalui pengembangan permainan berbasis platform Roblox untuk Universitas Nusa Mandiri. Game tersebut dirancang sebagai media interaktif untuk memperkenalkan lingkungan kampus secara kreatif kepada generasi muda.
Rizki menjelaskan bahwa proyek ini menggabungkan kreativitas, strategi branding, dan pemahaman perilaku pasar digital. Melalui pendekatan gaming, promosi kampus dapat dikemas lebih engaging dan sesuai karakter generasi Z yang akrab dengan dunia virtual.
Kepala Kampus UNM Margonda, Andry Maulana, menyampaikan apresiasi atas capaian kedua mahasiswa tersebut.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, kami ingin mahasiswa UNM tidak hanya menjadi penonton di era transformasi digital, tetapi menjadi kreator dan inovator. Farros dan Rizki membuktikan bahwa mahasiswa penerima Beasiswa Jalur Undangan mampu menghasilkan karya yang relevan dengan industri dan memiliki nilai jual,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (2/3).
Baca juga: Mahasiswa UNM Pamer Ide Bisnis Cerdas di BOOST Batch 1
Ia menambahkan, pencapaian ini sejalan dengan implementasi Internship Experience Program (3 Tahun Kuliah, 1 Tahun Magang) yang diterapkan UNM. Melalui pembangunan portofolio sejak dini, mahasiswa dipersiapkan untuk lulus dengan pengalaman nyata, keterampilan aplikatif, dan kesiapan kerja yang matang.
Melalui Generasi Mandiri Conference 2026, Universitas Nusa Mandiri kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi digital yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di dunia industri global.










