NusamandiriNews, Depok – Kemampuan mengubah ide menjadi solusi yang bernilai kini menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan ekonomi digital. Menjawab kebutuhan tersebut, Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) menggelar Workshop Digital Bisnis bertajuk “Unlock Your Potential: Transformasi Ide Menjadi Realitas Digital” di Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda, Jl Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok, pada Sabtu (13/6).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Ngobrol Kampus Bareng Orang Tua (NKBO) 2026 ini diikuti oleh mahasiswa baru dan orang tua. Selain memperkenalkan lingkungan akademik, workshop juga menjadi wadah untuk mengenalkan ekosistem kewirausahaan dan inovasi yang dikembangkan oleh Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis.
Baca juga:HIMASATA UNM Akan Gelar DATA CONNECT 2.0, Siapkan Talenta Data Science yang Solid dan Berprestasi
NEC Universitas Nusa Mandiri Bongkar 6 Jurus
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi produk atau layanan digital yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) dan Nusa Mandiri Startup Center (NSC), Fitra Septia Nugraha, menegaskan bahwa peluang membangun bisnis digital saat ini terbuka sangat luas bagi generasi muda. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan oleh mereka yang mampu mengubah ide menjadi aksi nyata.
“Banyak orang memiliki ide yang bagus, tetapi tidak semua mampu mewujudkannya menjadi solusi yang memberikan manfaat dan nilai ekonomi. Dibutuhkan keberanian untuk memulai, konsistensi dalam menjalankan proses, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (15/6).
Pada kesempatan itu, Fitra memaparkan enam langkah penting yang dapat menjadi fondasi bagi mahasiswa dalam membangun bisnis digital sejak dini.
“Langkah pertama adalah menciptakan ide yang mampu menjawab kebutuhan atau menyelesaikan masalah nyata di masyarakat. Menurutnya, ide sederhana sekalipun dapat berkembang menjadi peluang besar jika mampu memberikan solusi yang relevan,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, langkah kedua adalah menentukan tujuan yang jelas dan fokus pada proses pengembangannya. Banyak ide bisnis gagal berkembang karena kurangnya arah dan konsistensi dalam menjalankan strategi.
Selanjutnya, mahasiswa juga perlu memanfaatkan inovasi dan transformasi digital untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. Penguasaan teknologi dan digital marketing menjadi faktor penting dalam memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
Fitra juga menekankan pentingnya membangun super team yang memiliki visi dan komitmen yang sama. Menurutnya, keberhasilan sebuah bisnis tidak pernah ditentukan oleh satu individu, melainkan oleh kekuatan tim yang solid.
“Selain itu, kolaborasi strategis menjadi faktor yang tidak kalah penting. Dengan membangun jejaring dan kemitraan, sebuah ide dapat berkembang lebih cepat dan memiliki dampak yang lebih luas,” katanya.
Langkah terakhir adalah membangun sistem bisnis yang berkelanjutan. Sistem kerja yang terstruktur, tata kelola yang baik, serta pemanfaatan teknologi akan membantu bisnis bertumbuh secara konsisten tanpa bergantung pada individu tertentu.
“Era digital memberikan kesempatan yang sangat besar bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi. Yang terpenting bukan hanya memiliki ide, tetapi bagaimana mengubah ide tersebut menjadi aksi nyata, membangun tim yang tepat, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan sistem yang mampu membawa bisnis terus berkembang,” jelasnya.
Menurut Fitra, mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menjadi inovator sekaligus entrepreneur karena berada di lingkungan yang mendukung proses belajar, eksperimen, dan pengembangan ide. Karena itu, kampus perlu menghadirkan ruang yang memungkinkan mahasiswa mengasah kreativitas sekaligus memahami dunia bisnis secara langsung.
“Melalui NEC dan NSC, Universitas Nusa Mandiri terus membangun ekosistem kewirausahaan digital yang mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Berbagai program pelatihan, mentoring, inkubasi startup, hingga kompetisi bisnis secara rutin dihadirkan untuk mendukung lahirnya wirausaha muda berbasis teknologi,” ungkapnya.
Baca juga:Cari Magang Bergaji Sekaligus Karier? Campus Hiring UNM x Adconnect Asia Buka Peluang Emas!
Ia menambahkan, sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki jiwa inovatif, serta mampu menciptakan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
“Melalui workshop ini, mahasiswa baru diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, membangun inovasi, dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan. Sejalan dengan tagline “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong generasi muda untuk berani berinovasi dan menghadirkan karya yang berdampak di era ekonomi digital,” tutupnya.










