NusamandiriNews, Depok – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, tim dosen dan mahasiswa Universitas Nusa Mandiri menggelar pelatihan bertajuk “Penguatan Sistem Pengelolaan Donatur dan Transparansi Keuangan” bagi pengurus Badan Santunan Yatim RW 05, 06, dan 07 Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (7/3) di Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda, Jl Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok ini diikuti sekitar 15 peserta yang merupakan pengurus lembaga santunan yatim di wilayah tersebut. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dalam mengelola database donatur secara lebih profesional serta membangun sistem pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Baca juga:Belajar Storytelling Digital, Anak Yayasan di Depok Dilatih Dosen UNM
UNM Latih Pengurus Santunan Yatim di Depok
Kegiatan ini dipimpin oleh Bryan Givan, dosen Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri, bersama tim dosen lainnya yaitu Oby Eko Purwanto dan Fitrah Amalia Arsy. Melalui pelatihan ini, para pengurus diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi sosial sehingga dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga santunan yatim.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari strategi pengelolaan donatur berbasis data, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan donatur, hingga teknik menyusun laporan keuangan yang mudah dipahami oleh para donatur. Selain itu, peserta juga diajak melakukan praktik langsung menyusun sistem database donatur sederhana serta simulasi pengelolaan hubungan dengan donatur.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman terkait berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola kegiatan santunan yatim. Diskusi tersebut menjadi bagian penting dari workshop karena peserta dapat memperoleh solusi praktis langsung dari tim narasumber.
Ketua pelaksana kegiatan, Bryan Givan, menegaskan bahwa penguatan sistem pengelolaan donatur merupakan langkah strategis bagi lembaga sosial agar mampu berkembang secara profesional di era digital.
“Melalui pelatihan ini kami ingin membantu pengurus lembaga santunan yatim agar memiliki sistem pengelolaan donatur yang lebih terstruktur dan transparan. Dengan pengelolaan yang baik, kepercayaan donatur akan meningkat dan program sosial dapat berjalan lebih berkelanjutan,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (10/3).
Baca juga:Pemuda Depok Belajar Bisnis Mikro, Dosen UNM Latih Manajemen Usaha Komunitas
Selain materi mengenai manajemen donatur, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya transparansi keuangan dalam organisasi sosial. Laporan keuangan yang jelas dan akuntabel dinilai mampu memperkuat hubungan jangka panjang antara lembaga sosial dan para donatur.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung dengan lancar hingga akhir acara. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan organisasi mereka.
Melalui kegiatan ini, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis berharap pengurus Badan Santunan Yatim RW 05, 06, dan 07 Pondok Cina dapat meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, memperkuat hubungan dengan para donatur, serta memperluas dampak sosial bagi masyarakat sekitar.










