NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan eksistensinya di kancah global dengan menerima mahasiswa internasional asal Timor-Leste pada periode penerimaan Maret 2026.
Mahasiswa tersebut, Maria Doutel Sarmento, resmi bergabung melalui program transfer Sarjana (S1) pada Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya UNM dalam memperkuat jejaring internasional sekaligus menghadirkan lingkungan akademik yang inklusif dan multikultural.
Baca juga:PKM 2026 Resmi Dibuka, UNM Dorong Mahasiswa Lahirkan Inovasi dan Karya Berdampak
Mahasiswa Timor-Leste Pilih UNM
Penerimaan mahasiswa internasional ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang teknologi dan bisnis digital yang menjadi fokus utama Universitas Nusa Mandiri.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus menghadirkan kurikulum yang adaptif, berbasis teknologi, serta selaras dengan kebutuhan industri global. Dukungan fasilitas pembelajaran digital yang modern juga menjadi daya tarik bagi mahasiswa internasional untuk melanjutkan studi di UNM.
Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Universitas Nusa Mandiri, Arif Hidayat, menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa asing merupakan bagian dari strategi internasionalisasi kampus.
“Penerimaan mahasiswa dari Timor-Leste ini merupakan langkah konkret dalam memperluas kolaborasi akademik lintas negara. Kami berharap kehadiran mahasiswa internasional dapat memperkaya perspektif budaya dan intelektual di lingkungan universitas,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (26/3).
Proses penerimaan mahasiswa internasional di UNM dilakukan melalui tahapan seleksi dan verifikasi dokumen yang ketat guna memastikan standar akademik tetap terjaga. Selama masa studi, mahasiswa juga akan mendapatkan pendampingan melalui program orientasi budaya dan akademik, seperti MOKA (Masa Orientasi Kampus) dan SERASI (Seminar Inspirasi).
“Kedua program ini dirancang untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan sistem pembelajaran berbasis digital di UNM dan dijadwalkan berlangsung secara daring pada 28 Maret 2026,” katanya.
Baca juga: Mahasiswa Sains Data UNM Bangun Dataset Ikan untuk AI, Risetnya Kolaborasi dengan BRIN
Data internal universitas, tegasnya, menunjukkan adanya tren peningkatan minat mahasiswa internasional pada awal tahun 2026. Hal ini sejalan dengan visi UNM dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang teknologi dan bisnis, tetapi juga memiliki daya saing global.
“Melalui penerimaan mahasiswa asal Timor-Leste ini, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis semakin memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi internasional, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem akademik yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi global,” ungkapnya.










