NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menilai biaya kuliah masih menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan calon mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan tinggi, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis pada 2026.
Kebutuhan akan pendidikan tinggi terus meningkat seiring perkembangan era digital. Namun, di balik tantangan tersebut, berbagai solusi pembiayaan kini semakin terbuka lebar bagi calon mahasiswa yang ingin tetap mengakses pendidikan berkualitas.
Baca juga: Biaya Kuliah Fleksibel di UNM, Siapkah Generasi Muda Hadapi Tantangan Ekonomi Digital?
Cara Cerdas Kuliah Terjangkau
Menurut Bryan Givan selaku Kepala Kampus UNM kampus Jatiwaringin menegaskan bahwa persepsi kuliah selalu mahal perlu dilihat secara lebih bijak.
“Banyak yang menganggap kuliah itu mahal, padahal jika dilihat sebagai investasi jangka panjang, pendidikan justru memberikan nilai yang jauh lebih besar,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (27/3).
Ia juga menambahkan bahwa saat ini tersedia berbagai skema pembiayaan yang memudahkan mahasiswa.
“Sekarang ada banyak opsi, mulai dari cicilan biaya kuliah hingga berbagai program beasiswa. Tinggal bagaimana calon mahasiswa memanfaatkannya dengan baik,” tambahnya.
Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan sistem pembiayaan yang fleksibel dan terjangkau. Calon mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai program beasiswa serta skema cicilan biaya kuliah yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan.
Selain itu, tren saat ini menunjukkan banyak mahasiswa yang mulai menggabungkan kuliah dengan pekerjaan sebagai strategi pembiayaan sekaligus pengembangan pengalaman kerja sejak dini.
Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan calon mahasiswa antara lain:
• Mencari informasi beasiswa sejak dini
• Memilih kampus dengan sistem pembayaran fleksibel
• Memanfaatkan program cicilan biaya kuliah
• Mengembangkan keterampilan untuk mendapatkan penghasilan tambahan
Data menunjukkan bahwa mahasiswa yang proaktif dalam mencari peluang pembiayaan memiliki peluang lebih besar untuk menyelesaikan studi tepat waktu tanpa tekanan finansial berlebih.
Namun demikian, faktor biaya bukan satu-satunya pertimbangan. Kualitas pendidikan dan relevansi dengan kebutuhan industri tetap menjadi aspek utama dalam memilih perguruan tinggi.
Baca juga: Takut Biaya Kuliah? UNM Kampus Jatiwaringin Punya Jurus Cerdasnya!
“Yang terpenting bukan hanya biaya yang murah, tetapi juga kualitas pendidikan dan relevansinya dengan dunia kerja,” tegas Bryan.
Dengan perencanaan yang matang dan pemanfaatan berbagai peluang yang ada, biaya kuliah bukan lagi menjadi hambatan utama. Sebaliknya, pendidikan tinggi menjadi investasi strategis untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, terjangkau, dan relevan dengan kebutuhan industri di era digital.









