NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat komitmennya dalam mencetak mahasiswa berprestasi melalui penguatan strategi menghadapi perubahan besar pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026.
Sejumlah pembaruan aturan dalam PKM 2026 menjadi perhatian serius bagi perguruan tinggi di seluruh Indonesia, termasuk UNM, karena perubahan tersebut dinilai akan membuat persaingan menuju pendanaan hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) semakin ketat.
Baca juga:Prodi Bisnis Digital UNM Submit 10 Proposal Nasional, Bidik Pendanaan P2MW dan PKM 2026
PKM 2026 Berubah Drastis
Menanggapi hal itu, UNM melalui kolaborasi antara Nusa Mandiri Innovation Center (NIC) dan Bagian Kemahasiswaan melakukan pembinaan intensif kepada mahasiswa guna menyesuaikan strategi penyusunan proposal dengan regulasi terbaru.
Pembinaan difokuskan pada penguatan kualitas ide, kemampuan analisis masalah, hingga penyusunan proposal yang sistematis, implementatif, dan kompetitif.
Adapun sejumlah perubahan utama pada PKM 2026 meliputi:
1. Peningkatan Pendanaan
Rentang pendanaan naik menjadi Rp6–8 juta, dari sebelumnya minimal Rp5 juta.
2. Kuota Lebih Ketat
Jumlah usulan per klaster perguruan tinggi dikurangi, membuat seleksi internal semakin kompetitif.
3. Aturan Baru AI dan Similarity
Penggunaan AI mulai diatur dengan ketentuan maksimal similarity 25 persen dan wajib melampirkan hasil uji.
4. Fokus Penilaian Lebih Tajam
Proposal harus berbasis masalah nyata dengan solusi implementatif dan berdampak langsung.
5. Luaran Lebih Terukur
Luaran wajib berupa produk, sistem, atau model yang dapat dibuktikan hasilnya secara konkret.
Kepala Nusa Mandiri Innovation Center (NIC), Fitra Septia Nugraha, menegaskan bahwa perubahan tersebut menuntut mahasiswa untuk lebih siap secara strategi maupun kualitas gagasan.
“PKM 2026 tidak lagi cukup hanya mengandalkan ide kreatif. Mahasiswa harus mampu menghadirkan solusi nyata yang relevan dengan masalah riil, terukur, dan dapat diimplementasikan secara konkret,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (10/4).
Ia menambahkan bahwa NIC hadir bukan sekadar sebagai fasilitator, tetapi sebagai mitra strategis mahasiswa dalam membangun proposal yang kompetitif.
Baca juga: Bidik PKM Nasional, Mahasiswa Prodi Sistem Informasi UNM Siapkan Inovasi Berbasis Industri
“Kami mengawal mahasiswa sejak tahap eksplorasi ide, validasi masalah, hingga proposal siap submit. Target kami bukan hanya lolos pendanaan, tetapi membawa lebih banyak tim UNM ke Pimnas 2026,” tambah Fitra.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus membangun ekosistem inovasi yang kuat melalui pembinaan berkelanjutan, sinergi dosen-mahasiswa, serta dukungan institusi dalam menghadapi kompetisi nasional.
Dengan strategi yang semakin terarah dan adaptif terhadap regulasi terbaru, UNM optimistis mampu meloloskan lebih banyak tim ke Pimnas 2026 serta terus melahirkan inovasi mahasiswa yang berdampak bagi masyarakat.









