NusamandiriNews, Depok–Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan kiprahnya dalam riset inovatif berbasis teknologi. Kali ini, prestasi membanggakan datang dari Program Studi Informatika Program Doktor, di mana salah satu mahasiswanya, Esron Rikardo Nainggolan, M.Kom, berhasil meraih pendanaan Hibah Penelitian Disertasi Doktor tahun berjalan.
Hibah kompetitif ini diperoleh melalui proposal berjudul “Integrasi Segmentation Free Convolutional Neural Networks dan Interpretasi Fitur untuk Klasifikasi Whole Slide Image Sitologi Serviks”, yang mengangkat solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan akurasi deteksi dini kanker serviks.
Mahasiswa S3 UNM Raih Hibah Bergengsi 2026
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan metode diagnosis yang lebih cepat, akurat, dan mudah diinterpretasikan oleh tenaga medis. Dengan pendekatan Segmentation Free Convolutional Neural Networks (CNN) yang dikombinasikan dengan teknik interpretasi fitur, Esron menghadirkan inovasi tanpa proses segmentasi citra yang kompleks, sekaligus meningkatkan transparansi hasil analisis.
Riset ini dibimbing oleh Rektor Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Dwiza Riana, bersama Dr. Nita Merlina, yang turut mengarahkan pengembangan penelitian agar memiliki kontribusi ilmiah sekaligus dampak nyata di bidang kesehatan digital.
Rektor Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Dwiza Riana, memberikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa riset berbasis AI yang dikembangkan di UNM mampu menjawab permasalahan nyata di masyarakat. Kami terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aplikatif dan berdampak luas,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Senin (13/4).
Sementara itu, Esron Rikardo Nainggolan mengungkapkan bahwa penelitian ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi.
“Melalui penelitian ini, saya ingin menghadirkan solusi deteksi kanker serviks yang lebih cepat, akurat, dan mudah digunakan oleh tenaga medis, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas diagnosis dan penanganan pasien,” jelasnya.
Pelaksanaan penelitian dilakukan di lingkungan akademik UNM dengan dukungan fasilitas riset serta kolaborasi ilmiah yang kuat. Hasil akhirnya diharapkan dapat diimplementasikan dalam sistem kesehatan digital, bahkan berpotensi dikembangkan menjadi aplikasi yang mendukung tenaga medis di lapangan.
Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Nusa Mandiri sebagai institusi yang konsisten mendorong riset unggulan di bidang teknologi, khususnya AI dalam sektor kesehatan.
Ayo jadi bagian dari inovator digital masa depan! Bergabunglah bersama Universitas Nusa Mandiri, Kampus Digital Bisnis, dan wujudkan kontribusimu melalui riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat luas.









