NusamandiriNews, Jakarta – Di tengah pesatnya transformasi digital, data kini menjadi aset paling berharga bagi perusahaan modern. Setiap aktivitas konsumen, mulai dari transaksi online, interaksi di media sosial, hingga penggunaan aplikasi digital, menghasilkan data yang dapat diolah menjadi sumber insight strategis bagi bisnis.
Fenomena ini melahirkan konsep data-driven economy, di mana keputusan bisnis, strategi pemasaran, hingga inovasi produk ditentukan berdasarkan analisis data yang akurat. Berdasarkan laporan IDC Data Age 2025, volume data global diproyeksikan menembus lebih dari 180 zettabyte. Organisasi yang mampu mengelola dan memanfaatkan data secara optimal bahkan dapat meningkatkan produktivitas hingga 20–30 persen dibandingkan kompetitornya.
Baca juga:Gak Mau Ketinggalan? Sains Data Jadi Jurusan Paling Dicari di 2026!
Ini Alasan Jadi Aset Paling Dicari di Dunia Kerja
Melihat tren tersebut, Bryan Givan, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, menegaskan bahwa data telah bertransformasi dari sekadar informasi menjadi aset strategis yang menentukan arah bisnis.
“Perusahaan yang mampu memahami dan menganalisis data akan lebih cepat dan tepat dalam mengambil keputusan. Inilah alasan mengapa kemampuan data analytics menjadi sangat dibutuhkan di dunia kerja saat ini,” ujarnya, Senin (13/4).
Ia menambahkan, pemanfaatan data tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kemampuan analisis dan interpretasi agar data dapat diterjemahkan menjadi strategi bisnis yang efektif dan bernilai.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) berkomitmen mencetak generasi muda yang unggul dalam penguasaan data. Melalui Program Studi Sains Data, mahasiswa dibekali kemampuan mengolah data, analisis statistik, machine learning, hingga visualisasi data untuk menghasilkan insight yang aplikatif dalam dunia industri.
Selain itu, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi juga mempelajari bagaimana mengintegrasikan sistem dan teknologi untuk mendukung proses bisnis berbasis data, sehingga mampu memahami ekosistem data secara menyeluruh di perusahaan modern.
Bryan Givan menegaskan, kemampuan memahami data sebagai aset strategis akan menjadi nilai tambah besar bagi lulusan di era digital.
“Data bukan sekadar angka. Data adalah aset yang mampu menciptakan inovasi, efisiensi, dan keunggulan kompetitif jika dikelola dengan baik,” tambahnya.
Baca juga:Mau Karier Melejit di Era AI? Kuasai Data dan Teknologi Sejak Kuliah
Sebagai institusi yang fokus pada pengembangan talenta digital, UNM terus mendorong mahasiswa untuk menguasai analisis data, teknologi digital, serta strategi bisnis berbasis data.
Dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM berkomitmen mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi berbasis data.
Dengan memahami data sebagai aset strategis sejak bangku kuliah, mahasiswa tidak hanya siap terjun ke dunia kerja, tetapi juga berpeluang menjadi inovator yang mampu menciptakan solusi berbasis data bagi industri dan masyarakat.









