NusamandiriNews, Jakarta – Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan cara perusahaan memasarkan produk dan layanan. Strategi pemasaran konvensional kini mulai ditinggalkan dan digantikan oleh digital marketing yang memanfaatkan media sosial, website, e-commerce, hingga analisis data untuk menjangkau audiens secara lebih efektif dan terukur.
Fenomena ini menuntut generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk memahami strategi digital marketing agar mampu bersaing di dunia kerja. Berdasarkan laporan HubSpot State of Marketing 2025, lebih dari 70 persen perusahaan global kini mengalokasikan anggaran lebih besar pada digital marketing dibandingkan pemasaran tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan digital marketing menjadi kebutuhan utama di era ekonomi digital.
Baca juga:Perkuat Tata Kelola Data Kemahasiswaan, UNM Ikuti Bimtek SIMKATMAWA 2026
Dari Mahasiswa Jadi Ahli Digital Marketing
Menanggapi hal tersebut, Bryan Givan, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, menegaskan bahwa penguasaan strategi digital marketing menjadi bekal penting bagi mahasiswa.
“Mahasiswa yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk dan layanan akan memiliki keunggulan kompetitif. Digital marketing bukan hanya soal promosi, tetapi juga memahami perilaku konsumen dan mengolah data untuk menghasilkan keputusan yang tepat,” ujarnya, Senin (13/4).
Ia menjelaskan, terdapat beberapa strategi digital marketing yang perlu dipahami generasi muda, di antaranya:
• Content Marketing, yaitu membuat konten menarik dan relevan untuk menarik perhatian audiens
• Social Media Marketing, memanfaatkan platform seperti Instagram, TikTok, dan LinkedIn untuk membangun brand
• SEO dan SEM, mengoptimalkan visibilitas konten di mesin pencari
• Data-Driven Marketing, menggunakan analisis data untuk meningkatkan efektivitas kampanye
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) berkomitmen mencetak lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri. Mahasiswa pada Program Studi Bisnis Digital dibekali pemahaman komprehensif terkait strategi digital marketing, mulai dari perencanaan kampanye, pengelolaan media sosial, hingga analisis performa digital secara praktis melalui proyek dan simulasi nyata.
Tidak hanya itu, mahasiswa Program Studi Manajemen juga diajarkan strategi bisnis yang dikombinasikan dengan kemampuan digital, sehingga mampu menciptakan solusi bisnis yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan pasar.
Bryan Givan menambahkan, kemampuan mengintegrasikan strategi bisnis dengan teknologi digital akan menjadi nilai tambah signifikan bagi lulusan di dunia kerja.
Baca juga:Gelar Tak Lagi Cukup, Literasi Data Jadi Penentu Masa Depan
“Perusahaan modern saat ini membutuhkan talenta yang tidak hanya memahami bisnis, tetapi juga mampu mengimplementasikan teknologi digital secara strategis. Inilah yang menjadi fokus kami di Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis,” tegasnya.
Sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada pengembangan talenta digital, UNM terus mendorong mahasiswa untuk menguasai keterampilan digital marketing, kreativitas, serta analisis data agar siap menghadapi tantangan industri di masa depan.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam pengembangan bisnis berbasis teknologi di era transformasi digital.









