NusamandiriNews, Jakarta–Di tengah meningkatnya kebutuhan hidup dan tuntutan kemandirian finansial, tren kuliah sambil kerja semakin diminati oleh generasi muda pada tahun 2026. Fenomena ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi solusi realistis di era digital yang menawarkan fleksibilitas tinggi.
Banyak mahasiswa kini memilih untuk bekerja, baik paruh waktu maupun penuh waktu, sambil tetap melanjutkan pendidikan tinggi. Pola ini dinilai mampu membentuk karakter tangguh sekaligus mempercepat kesiapan memasuki dunia kerja.
Baca juga:Dari Nol Jadi Siap Kerja! Kisah Mahasiswa Bisnis Digital UNM Ini Bukti Kuliah Bisa Langsung Praktis
Kuliah Sambil Kerja Kian Populer
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, Bryan Givan, menilai bahwa kuliah sambil kerja justru menjadi nilai tambah jika dijalani dengan strategi yang tepat.
“Mahasiswa yang kuliah sambil kerja biasanya memiliki mental yang lebih kuat dan lebih siap menghadapi dunia kerja. Mereka terbiasa dengan tekanan, tanggung jawab, serta mampu mengelola waktu dengan baik,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (14/4).
Ia menambahkan, pengalaman kerja selama kuliah kini menjadi faktor penting yang diperhitungkan oleh perusahaan.
“Dunia industri saat ini tidak hanya melihat IPK, tetapi juga pengalaman. Mahasiswa yang sudah pernah bekerja memiliki keunggulan karena memahami dinamika dunia profesional sejak dini,” tambahnya.
Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan sistem pembelajaran yang fleksibel dan adaptif. Hal ini memungkinkan mahasiswa tetap produktif bekerja tanpa harus mengorbankan kualitas pendidikan.
Dengan dukungan metode pembelajaran berbasis teknologi, mahasiswa dapat mengatur waktu belajar secara lebih efisien, sekaligus mengembangkan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.
Tren kuliah sambil kerja semakin relevan seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital. Fleksibilitas kerja, seperti remote working dan freelance, kini menjadi daya tarik utama bagi generasi muda.
Di Indonesia, pertumbuhan sektor digital seperti e-commerce, content creation, hingga startup teknologi membuka banyak peluang kerja fleksibel bagi mahasiswa. Bahkan, tidak sedikit yang sudah mampu membangun bisnis digitalnya sendiri sebelum lulus kuliah.
Bryan Givan menegaskan bahwa kuliah sambil kerja bukan berarti membagi fokus, melainkan mengintegrasikan antara teori dan praktik.
“Apa yang dipelajari di kampus bisa langsung diterapkan di dunia kerja. Ini justru menjadi keunggulan kompetitif mahasiswa,” jelasnya.
Baca juga:Masih Anggap Kuliah Mahal? Saatnya Ubah Mindset, Ini Solusinya!
Ia juga menekankan pentingnya peran kampus dalam mendukung mahasiswa yang aktif bekerja.
“Kampus harus mampu memberikan fleksibilitas serta sistem pembelajaran yang relevan agar mahasiswa tidak merasa terbebani, tetapi justru semakin berkembang,” tandasnya.
Di era digital saat ini, kuliah sambil kerja bukan lagi hal yang sulit, melainkan peluang besar untuk mempercepat kesiapan karier. Mahasiswa yang mampu mengelola waktu dan memanfaatkan peluang dengan baik akan memiliki daya saing lebih tinggi di dunia kerja. Dukungan dari kampus seperti UNM sebagai Kampus Digital Bisnis menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang adaptif, produktif, dan siap menghadapi tantangan industri masa depan.









