NusamandiriNews, Jakarta–Transformasi digital yang terus berkembang telah mengubah kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia. Perusahaan kini tidak hanya mencari lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga individu yang memiliki keterampilan digital, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi yang sangat cepat.
Kondisi tersebut mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan sistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai bagian dari Universitas Nusa Mandiri, Kampus Digital Bisnis, terus berupaya menyiapkan mahasiswa agar mampu bersaing di era digital melalui pendekatan pembelajaran adaptif dan berbasis praktik.
Baca juga:IEP 3+1 UNM Jawab Tantangan Dunia Kerja, Lulusan Siap Kerja dan Siap Ciptakan Peluang!
Lulusan Bisnis Digital UNM Tembus Industri Kreatif
Komitmen tersebut tercermin dari keberhasilan alumni Program Studi S1 Bisnis Digital FEB Universitas Nusa Mandiri, Sarpiah Nabilah, yang kini sukses berkarier sebagai Digital Marketing Specialist di BATAS.
Karier yang dijalani Sarpiah menjadi gambaran nyata bahwa kebutuhan industri terhadap talenta digital terus meningkat. Kemampuan di bidang digital marketing, strategi konten, branding, hingga analisis pasar digital kini menjadi kompetensi yang banyak dibutuhkan perusahaan di berbagai sektor industri.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Mandiri, Ida Zuniarti, menyampaikan bahwa keberhasilan alumni menjadi motivasi bagi kampus untuk terus menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami ingin mahasiswa memiliki kompetensi yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga mampu diterapkan di dunia kerja. Perkembangan industri digital saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang kreatif, adaptif, dan memiliki kemampuan teknologi yang baik,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (8/5).
Menurutnya, Program Studi Bisnis Digital FEB UNM dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan terhadap perkembangan dunia usaha dan industri digital.
“Mahasiswa tidak hanya belajar konsep bisnis, tetapi juga memahami praktik digital marketing, pengelolaan bisnis berbasis teknologi, hingga bagaimana membangun strategi bisnis di era digital. Harapannya, lulusan mampu bersaing dan memiliki fleksibilitas karier yang luas,” tambahnya.
Selain pembelajaran di kelas, FEB UNM juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan pengalaman praktik melalui proyek, portofolio, hingga keterlibatan dalam berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kompetensi digital mahasiswa.
“Tidak hanya itu, Universitas Nusa Mandiri juga menghadirkan program unggulan yang mendukung kesiapan karier mahasiswa, yaitu Internship Experience Program (IEP) 3+1. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjalani tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman langsung di luar kampus melalui magang, proyek industri, atau riset. Melalui program tersebut, mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk memahami kebutuhan industri sejak dini dan membangun pengalaman profesional sebelum lulus,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan alumni dalam memasuki dunia profesional menjadi salah satu indikator penting bahwa pendidikan tinggi perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja berbasis digital, lulusan dengan kemampuan yang relevan akan memiliki peluang karier yang semakin terbuka.
“Melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif dan selaras dengan kebutuhan industri, FEB Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen mencetak talenta-talenta digital yang siap memberikan kontribusi nyata di dunia kerja maupun industri kreatif digital,” tandasnya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis dengan tagline “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, Universitas Nusa Mandiri terus menghadirkan pendidikan yang relevan, modern, dan berorientasi pada masa depan karier generasi muda Indonesia.









