Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Berita

Efisiensi AI Jadi Kunci Bisnis Digital 2026, Gen Z Wajib Paham Logika Algoritma

badge-check


					Efisiensi AI Jadi Kunci Bisnis Digital 2026, Gen Z Wajib Paham Logika Algoritma Perbesar

NusamandiriNews, Jakarta–Memasuki kuartal kedua tahun 2026, perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara bisnis digital beroperasi secara drastis. AI kini tidak lagi sekadar alat bantu otomatisasi, melainkan telah menjadi pusat pengambilan keputusan strategis perusahaan dalam era baru yang dikenal sebagai Autonomous Commerce.

Kemunculan teknologi AI generasi terbaru seperti DeepSeek V4 semakin memperlihatkan bahwa persaingan bisnis modern tidak hanya ditentukan oleh kreativitas pemasaran, tetapi juga oleh efisiensi sistem dan kecerdasan algoritma yang digunakan perusahaan. Akibatnya, calon pebisnis digital saat ini dituntut tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami logika di balik cara kerja AI agar mampu membangun bisnis yang efisien dan berkelanjutan.

Baca juga:Lulusan Bisnis Digital UNM Tembus Industri Kreatif, Saatnya Kuliah yang Diburu Perusahaan

Efisiensi AI Jadi Kunci Bisnis Digital 2026

Bryan Givan selaku Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin menilai bahwa pemahaman terhadap logika algoritma kini menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda yang ingin sukses di dunia bisnis digital.

“Logika algoritma sudah menjadi bahasa universal dalam industri modern. Pebisnis digital tidak bisa hanya mengandalkan insting bisnis atau strategi pemasaran semata. Mereka juga harus memahami bagaimana sistem AI bekerja agar dapat mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan efisien,” ujar Bryan, Jumat (8/5).

Menurutnya, pemanfaatan AI tanpa pemahaman efisiensi justru berpotensi menjadi beban finansial perusahaan, terutama dalam pengelolaan cloud computing dan infrastruktur data yang membutuhkan biaya besar.

Fenomena tersebut diperkuat oleh laporan Global AI Index 2026 yang mencatat lebih dari 70 persen kegagalan startup teknologi dipicu oleh ketidakefisienan pengelolaan data dan sistem AI. Sebaliknya, perusahaan yang mampu menerapkan algoritma hemat komputasi dan teknologi efisiensi memori berhasil menekan biaya operasional hingga lebih dari 40 persen.

Tren ini mulai terasa hingga sektor UMKM digital di Indonesia. Banyak pelaku usaha kini memanfaatkan AI untuk membaca perilaku konsumen secara real-time tanpa harus mengeluarkan biaya server yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi teknologi kini berkaitan langsung dengan keberlangsungan bisnis.

Melihat kebutuhan industri yang terus berkembang, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif dengan perkembangan teknologi melalui semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi.”

Melalui Program Studi S1 Bisnis Digital, mahasiswa tidak hanya mempelajari strategi bisnis dan pemasaran modern, tetapi juga dibekali kemampuan memahami logika sistem, analitik data, serta implementasi AI dalam dunia usaha berbasis Project-Based Learning.

“Di Universitas Nusa Mandiri Kampus Jatiwaringin, mahasiswa kami dilatih menjadi pebisnis digital yang mampu mengombinasikan kreativitas bisnis dengan pemahaman teknologi. Mereka belajar bagaimana memanfaatkan AI secara strategis tanpa mengorbankan efisiensi biaya operasional perusahaan,” tegas Bryan.

Baca juga:Kuliah IT Gratis Sampai Lulus? Beasiswa Hebat 2026 Jadi Solusi Gen Z di Tengah Krisis Ekonomi

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan bisnis masa depan membutuhkan kemampuan membaca data dan memahami teknologi secara mendalam.

“Pebisnis digital yang sukses adalah mereka yang mampu menghadirkan inovasi berbasis teknologi dengan biaya eksekusi yang efisien. Karena itu, kami menghadirkan fasilitas pembelajaran seperti Integrated Innovation Lab untuk membentuk talenta digital yang siap menghadapi persaingan global,” tambahnya.

Di tengah percepatan transformasi ekonomi digital, memilih program studi yang mampu memadukan ilmu bisnis dan teknologi menjadi langkah strategis bagi generasi muda. Pemahaman tentang AI, data, dan efisiensi algoritma akan menjadi modal utama untuk memenangkan persaingan di era industri 5.0.

Bagi calon mahasiswa yang ingin menjadi bagian dari generasi pebisnis digital masa depan, pendaftaran UNM dapat dilakukan secara online melalui laman resmi PMB di https://pmb.nusamandiri.ac.id/.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuliah IT Gratis Sampai Lulus? Beasiswa Hebat 2026 Jadi Solusi Gen Z di Tengah Krisis Ekonomi

8 Mei 2026 - 14:50 WIB

Kuliah IT Gratis Sampai Lulus?

Portofolio Projek Jadi Tiket Karir Global, Alumni IT Tak Lagi Andalkan IPK Semata

8 Mei 2026 - 14:42 WIB

Portofolio Projek Jadi Tiket Karir Global

Kuliah di UNM Bisa Dicicil, Mulai Rp600 Ribuan per Bulan

8 Mei 2026 - 14:33 WIB

Kuliah di UNM Bisa Dicicil

Ancaman Siber 2026 Meledak, Skill “Haram” Ini Jadi Senjata Wajib Gen Z di Era Cloud

8 Mei 2026 - 14:25 WIB

Senjata Wajib Gen Z di Era Cloud

Lulusan Bisnis Digital UNM Tembus Industri Kreatif, Saatnya Kuliah yang Diburu Perusahaan

8 Mei 2026 - 14:16 WIB

Lulusan Bisnis Digital UNM Tembus Industri Kreatif
Sedang Tren di Berita