NusamandiriNews, Jakarta — Memasuki kuartal kedua tahun 2026, dinamika ekonomi nasional dan global mendorong masyarakat untuk semakin cerdas dalam mengelola keuangan, termasuk dalam merencanakan biaya pendidikan tinggi. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan lulusan berkompetensi digital, biaya kuliah kerap menjadi tantangan besar bagi banyak keluarga.
Data tren ekonomi menunjukkan bahwa inflasi biaya pendidikan tinggi di Indonesia berada di kisaran 10 hingga 15 persen per tahun, melampaui rata-rata kenaikan upah. Kondisi ini membuat sebagian lulusan SMA harus menunda kuliah atau mencari alternatif pembiayaan. Situasi tersebut menegaskan pentingnya solusi pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga terjangkau dan fleksibel.
Menjawab tantangan ini, sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) menghadirkan inovasi skema pembiayaan kuliah yang lebih adaptif terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Salah satu terobosan yang ditawarkan adalah sistem cicilan kuliah mulai dari Rp600 ribuan per bulan, yang dirancang agar lebih ringan dan mudah dikelola.
Kuliah di UNM Bisa Dicicil
Kepala Kampus UNM Kampus Jatiwaringin, Bryan Givan, menegaskan bahwa akses terhadap pendidikan tidak boleh terhambat oleh faktor biaya.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting. Oleh karena itu, skema pembiayaan harus inklusif dan fleksibel agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya, Kamis (7/5).
Ia juga menyampaikan bahwa pendekatan pembayaran kuliah perlu beradaptasi dengan pola keuangan modern. Menurutnya, sistem cicilan bulanan mampu mengubah persepsi biaya pendidikan dari beban besar di awal menjadi pengeluaran rutin yang lebih terencana.
“Melalui skema cicilan mulai Rp600 ribuan per bulan, kami ingin menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Dengan pendekatan ini, biaya kuliah tidak lagi menjadi hambatan utama, melainkan bagian dari perencanaan keuangan yang sehat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bryan menambahkan bahwa stabilitas finansial mahasiswa dan keluarga memiliki dampak signifikan terhadap keberhasilan akademik. Ia menilai bahwa ketika tekanan biaya berkurang, mahasiswa dapat lebih fokus dalam mengembangkan kompetensi dan keterampilan.
“Ketika mahasiswa tidak lagi terbebani biaya besar di awal atau tagihan yang menumpuk, mereka bisa lebih fokus belajar, berinovasi, dan menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil yang optimal,” ungkapnya.
Selain menghadirkan solusi pembiayaan, UNM juga tetap mengedepankan kualitas pendidikan berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa dibekali keterampilan praktis di bidang digital, mulai dari bisnis digital, manajemen, hingga teknologi informasi, guna meningkatkan daya saing di dunia kerja.
Baca juga:Kuliah Mahal Bikin Mimpi Terkubur? UNM Kampus Jatiwaringin Buka Jalan Kuliah Cicilan
Dengan pendekatan ini, UNM tidak hanya menawarkan pendidikan yang terjangkau, tetapi juga memberikan kepastian kualitas dan kesiapan karier bagi lulusannya. Perencanaan keuangan pendidikan pun tidak lagi identik dengan beban berat, melainkan menjadi investasi terukur untuk masa depan.
Bagi calon mahasiswa yang ingin memulai langkah kuliah, pendaftaran kini dapat dilakukan secara online melalui laman resmi berikut: https://pmb.nusamandiri.ac.id/
Dengan semangat “Universitas Nusa Mandiri: Ubah Mimpi Jadi Prestasi,” UNM terus berkomitmen menghadirkan solusi pendidikan yang inklusif, inovatif, dan relevan di era ekonomi digital.









