NusamandiriNews, Jakarta — Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) kini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan industri digital dan media sosial, tetapi juga mulai menjadi solusi nyata di sektor pertanian modern. Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menunjukkan kontribusinya melalui inovasi riset berbasis AI yang dikembangkan oleh Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Dr. Anton, M.Kom.
Melalui studi doktoralnya di bidang Ilmu Komputer, Dr. Anton berhasil mengembangkan model arsitektur hybrid berbasis Convolutional Neural Network (CNN) yang dipadukan dengan metode transfer learning dan attention untuk mengklasifikasikan penyakit daun tanaman secara lebih akurat.
Baca juga:Doktor Bukan Gelar Akhir, Saatnya Kampus Cetak Inovator AI
AI Sudah Dipakai Cegah Gagal Panen
Penelitian tersebut difokuskan pada identifikasi penyakit daun pada berbagai jenis tanaman seperti tomat, jagung, cabai, hingga kentang menggunakan teknologi pengolahan citra digital berbasis Artificial Intelligence.
“Penelitian ini mengembangkan model berbasis Artificial Intelligence yang mampu meningkatkan akurasi dalam mengklasifikasikan penyakit daun pada berbagai jenis tanaman,” ujar Dr. Anton dalam rilis yang diterima, pada Senin (18/5).
Menurutnya, inovasi tersebut memiliki potensi besar dalam membantu sektor pertanian, khususnya dalam proses deteksi dini penyakit tanaman. Dengan teknologi AI, petani dapat lebih cepat mengenali jenis penyakit sehingga penanganan dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.
Riset ini juga menjadi bukti bahwa teknologi AI dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, tidak hanya di sektor industri digital tetapi juga dalam mendukung ketahanan pangan dan modernisasi pertanian Indonesia.
Selain fokus pada pengembangan teknologi, Dr. Anton menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan akademik. Setelah meraih gelar doktor, ia berkomitmen terus mengembangkan riset lanjutan, memperkuat sertifikasi internasional, serta meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa Universitas Nusa Mandiri.
Dalam perjalanannya menempuh studi doktoral selama enam tahun, Dr. Anton juga memiliki pengalaman berkesan saat mengikuti konferensi internasional di Thailand bersama jajaran pimpinan akademik UNM pada masa awal pandemi COVID-19. Pengalaman tersebut menjadi tantangan sekaligus pembelajaran penting dalam dunia akademik global yang penuh perubahan.
Baca juga:Kampus Tak Butuh Dosen Biasa, UNM Dorong Akademisi Naik Kelas
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong pengembangan inovasi berbasis teknologi melalui berbagai program unggulan seperti Internship Experience Program (IEP) 3+1, Career Center, hingga Startup Center yang dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa menghadapi dunia kerja digital.
Menutup wawancaranya, Dr. Anton memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa agar terus belajar dan berani berkembang di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Selalu ucapkan hal yang baik karena setiap ucapan adalah doa, dan jangan pernah ragu untuk terus belajar serta mengembangkan diri,” tutupnya.










