NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi muda yang inovatif dan berjiwa entrepreneur. Melalui Nusa Mandiri Startup Center (NSC), mahasiswa Universitas Nusa Mandiri yang berhasil lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026 mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan P2MW yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), pada Selasa (9/6).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menjadi tahapan penting bagi perguruan tinggi dan mahasiswa penerima pendanaan P2MW untuk memahami mekanisme pelaksanaan program secara menyeluruh. Berbagai materi yang disampaikan meliputi tata kelola program, pengelolaan pendanaan, target luaran usaha, penyusunan laporan kemajuan, laporan akhir, hingga proses monitoring dan evaluasi.
Baca juga:Lolos Pendanaan P2MW 2026, Mahasiswa UNM Siap Tancap Gas Bangun Bisnis Berdaya Saing
Mahasiswa UNM Digembleng Jadi Founder Startup
Keikutsertaan mahasiswa bersama NSC dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan Universitas Nusa Mandiri dalam mengawal keberhasilan program kewirausahaan mahasiswa agar mampu berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Kepala Nusa Mandiri Startup Center (NSC), Siti Nurlela, menyampaikan bahwa bimbingan teknis menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menjalankan usaha yang memperoleh pendanaan dari pemerintah.
“Bimbingan teknis ini memberikan pemahaman yang komprehensif kepada mahasiswa mengenai bagaimana mengelola program secara profesional, mulai dari pemanfaatan pendanaan, pengembangan usaha, hingga penyusunan laporan dan pencapaian target luaran. Dengan pemahaman yang baik, peluang keberhasilan program akan semakin besar,” terangnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (10/6).
Ia menambahkan bahwa NSC akan terus memberikan pendampingan intensif kepada mahasiswa penerima P2MW agar mampu mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan dan memiliki daya saing yang kuat di era ekonomi digital.
“Kami tidak hanya mendampingi mahasiswa saat proses pengajuan proposal, tetapi juga mengawal implementasi usaha hingga berkembang menjadi startup yang inovatif dan berkelanjutan. Harapannya, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta program, tetapi mampu tumbuh menjadi founder muda yang siap menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi bagi perekonomian digital Indonesia,” imbuhnya.
Baca juga: Limbah Kayu Jadi Cuan! Startup Mahasiswa UNM Lolos Pendanaan P2MW 2026
Menurut Siti, keberhasilan mahasiswa Universitas Nusa Mandiri lolos pendanaan P2MW 2026 menjadi bukti bahwa budaya kewirausahaan yang dibangun kampus terus berkembang positif. Dukungan ekosistem yang terintegrasi antara kampus, NSC, dosen pendamping, dan mitra industri menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya inovasi bisnis mahasiswa.
“Melalui partisipasi aktif dalam Bimbingan Teknis P2MW 2026, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi entrepreneur muda yang kreatif, adaptif, dan mampu membangun usaha berbasis inovasi teknologi yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global,” tutupnya.










