Karier di bidang teknologi tidak selalu berjalan lurus. Ada proyek yang gagal, gagasan yang harus diperbaiki, hingga kesempatan yang datang

NusamandiriNews, Bekasi – Karier di bidang teknologi tidak selalu berjalan lurus. Ada proyek yang gagal, gagasan yang harus diperbaiki, hingga kesempatan yang datang setelah seseorang berani masuk ke sebuah komunitas.

Pesan itulah yang dibawa Eric Berkowitz, Direktur Pengembangan Keanggotaan IEEE Computer Society, ketika memberikan keynote speech dalam ajang internasional YESIST12 2026 di BSI Convention Center, Bekasi, Jumat (2/10). Dalam konferensi yang menjadikan Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai tuan rumah tersebut, Eric membahas perjalanan keanggotaan melalui tema “The Membership Journey”.

Baca juga:Jill Gostin Dorong YESIST12 Jadi Landasan Inovator Muda

Jangan Takut Gagal

Di hadapan ratusan peserta, Eric menempatkan mahasiswa dan early career professionals sebagai bagian penting dari perjalanan perkembangan teknologi. Menurutnya, masa depan teknologi tidak hanya dibentuk oleh mereka yang sudah mapan di industri, tetapi juga oleh generasi muda yang saat ini sedang mencari ruang untuk belajar, mencoba, dan berkolaborasi.

“Anggota dan sukarelawan adalah bahan bakar utama keberhasilan IEEE. Melalui kolaborasi global, para profesional dan mahasiswa bersama-sama merancang inovasi teknologi baru, menyusun standar internasional, serta membagikan riset yang berdampak,” ujar Eric, Jumat (2/10).

Dalam paparannya, Eric menjelaskan sejumlah inisiatif IEEE Computer Society yang dapat menjadi bagian dari perjalanan akademik dan profesional generasi muda. Salah satunya adalah CS Juniors, program yang diarahkan untuk memperkenalkan bidang STEM kepada siswa pra-universitas atau K-12.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menuju dunia teknologi tidak harus dimulai ketika seseorang sudah menjadi mahasiswa atau profesional. Ketertarikan terhadap teknologi dapat dibangun sejak lebih dini dan kemudian berkembang melalui pendidikan, komunitas, pengalaman, serta jejaring profesional.

Bagi mahasiswa dan profesional muda, IEEE Computer Society juga menyediakan sejumlah program beasiswa dan penghargaan. Di antaranya Richard E. Merwin Student Scholarship dengan total 40 beasiswa senilai US$1.000, Lance Stafford Larson Best Paper Award, serta Upsilon Pi Epsilon (UPE) Honor Society Award yang memberikan apresiasi terhadap pencapaian akademik.

Selain penghargaan, terdapat pula jalur pendanaan yang dapat membantu gagasan berkembang lebih jauh. Emerging Tech Grants menawarkan pendanaan hingga US$25.000 untuk proyek inovatif yang menghubungkan teknologi masa depan dengan komunitas komputasi.

Sementara itu, Broadening Participation Grants menyediakan dukungan hingga US$15.000 untuk mendorong inklusivitas dan partisipasi perempuan di bidang STEM. IEEE Computer Society juga menyediakan hibah kegiatan Chapter serta dukungan melalui Distinguished Visitor Program atau DVP.

Berbagai program tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan seorang inovator tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Akses terhadap komunitas, kesempatan mengembangkan gagasan, pendanaan, penghargaan, dan ruang untuk bertemu dengan orang lain juga menjadi bagian dari proses tersebut.

Eric kemudian membawa pembicaraan kembali pada hal yang lebih personal. Di tengah berbagai peluang yang tersedia, perjalanan akademik dan profesional tetap akan menghadapkan seseorang pada kegagalan.

Alih-alih melihat kegagalan sebagai akhir, ia mengajak peserta menjadikannya bagian dari proses belajar dan berkembang.

Baca juga:Special Track YESIST12 2026 Dorong Teknologi Lebih Humanis

“Jangan pernah kehilangan passion Anda. Jadikan setiap kendala dan kegagalan sebagai batu loncatan menuju keberhasilan. Masih banyak teknologi masa depan yang menunggu untuk diciptakan oleh Anda semua,” pungkasnya.

Pesan tersebut terasa relevan dengan atmosfer YESIST12 2026. Para peserta tidak hanya datang membawa produk atau gagasan untuk dinilai, tetapi juga bertemu dengan mentor, juri, komunitas, dan inovator muda dari berbagai latar belakang.

Di ruang seperti inilah perjalanan profesional bisa dimulai. Bukan selalu dari proyek yang langsung berhasil, tetapi dari keberanian untuk menunjukkan ide, menerima pertanyaan, mendengar kritik, memperbaiki kesalahan, lalu mencoba kembali.