YESIST12 Jadi Landasan Inovator Muda

NusamandiriNews, Bekasi – Sebuah kompetisi biasanya berakhir ketika pemenang diumumkan. Namun, bagi Jill Gostin, Presiden Terpilih IEEE 2026, panggung IEEE YESIST12 2026 justru dapat menjadi awal bagi generasi muda untuk membangun kemampuan, jejaring, dan keberanian menciptakan solusi bagi persoalan nyata.

Pesan tersebut disampaikan Jill Gostin secara daring dalam penyelenggaraan IEEE YESIST12 2026 di Indonesia yang berlangsung secara hybrid di BSI Convention Center, Bekasi, Jumat (2/10). Kegiatan ini digelar dengan Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis jadi tuan rumah.

Baca juga:Special Track YESIST12 2026 Dorong Teknologi Lebih Humanis

YESIST12 Jadi Landasan Inovator Muda

Meski tidak dapat hadir secara langsung, Jill menyampaikan kebanggaannya kepada komunitas YESIST12 dan energi para peserta muda yang menurutnya memiliki peran dalam membentuk masa depan.

“YESIST12 adalah ruang di mana imajinasi bertemu dengan tindakan, di mana para inovator muda mendapatkan pengalaman praktis dan keterampilan esensial yang dibutuhkan untuk mengubah ide menjadi solusi yang berarti,” ujar Jill dalam tayangan video, Jumat (2/10).

Menurut Jill, pengalaman yang diperoleh peserta tidak seharusnya dilihat hanya dari hasil kompetisi. YESIST12 dirancang sebagai ruang untuk membangun kemampuan praktis melalui eksperimen, pengembangan prototipe, kolaborasi, serta interaksi dengan teknologi dan mentor.

“Apa yang Anda ikuti hari ini adalah lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah landasan peluncuran bagi inovasi yang didorong oleh kepedulian sosial dan gerbang menuju jenis karier yang membawa perubahan nyata bagi dunia,” katanya.

Bagi Jill, proses menjadi inovator tidak hanya berbicara tentang kemampuan menciptakan teknologi. Peserta juga perlu belajar berkomunikasi, beradaptasi ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, mendengarkan sudut pandang yang berbeda, dan tetap berkomitmen pada tujuan yang lebih luas.

Kemampuan tersebut justru kerap terbentuk ketika peserta berhadapan langsung dengan persoalan. Sebuah prototipe bisa saja belum sempurna, sebuah gagasan dapat berubah setelah mendapatkan masukan, dan sebuah kerja tim dapat mempertemukan cara pandang yang berbeda.

Setiap pengalaman tersebut, kata Jill, menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri sekaligus fondasi untuk perjalanan karier di masa depan.

“Setiap proyek yang Anda kerjakan mengajarkan Anda sesuatu yang baru: cara mengomunikasikan ide Anda dengan jelas, cara beradaptasi ketika sesuatu tidak berjalan lancar di kali pertama, cara mendengarkan beragam sudut pandang, dan cara tetap berkomitmen pada tujuan yang melayani kepentingan lebih luas,” tuturnya.

Jill juga mengingatkan bahwa persoalan yang dihadapi peserta dalam YESIST12 tidak berdiri jauh dari kehidupan masyarakat. Akses layanan kesehatan, keberlanjutan lingkungan, pendidikan, keselamatan, dan berbagai persoalan lainnya membutuhkan gagasan yang dapat diuji dan dikembangkan.

Karena itu, pengalaman yang diperoleh melalui tantangan langsung di YESIST12 menjadi bagian dari proses mempersiapkan generasi yang kelak bekerja sebagai insinyur, desainer, maupun pemikir yang turut membentuk masa depan.

YESIST12, menurut Jill, berakar pada keyakinan bahwa anak muda dapat mendorong perubahan ketika diberikan ruang untuk mengeksplorasi sekaligus memimpin. Teknologi kemudian menjadi salah satu alat untuk menerjemahkan rasa ingin tahu tersebut menjadi sesuatu yang dapat digunakan.

Baca juga:IEngage YESIST12 2026 Uji Inovasi Mahasiswa di Dunia Industri

Di tengah banyaknya pembicaraan tentang kecerdasan buatan dan teknologi transformatif, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemampuan teknis bukan satu-satunya bekal yang dibutuhkan seorang inovator. Ada keberanian untuk mencoba, kemampuan bekerja bersama orang lain, kemauan menerima masukan, dan kesadaran bahwa teknologi pada akhirnya digunakan untuk manusia.

Jill pun mengajak peserta untuk memanfaatkan YESIST12 sebagai pengalaman yang dapat terus dibawa setelah acara berakhir.

“Selami pengalaman ini, eksplorasilah dengan berani, bekerjalah dengan niat yang jelas, dan jadikan acara ini sebagai awal dari perjalanan di mana ide-ide Anda berkontribusi pada dunia yang lebih baik,” pesannya.

Bagi para peserta yang hadir di Bekasi maupun mengikuti kegiatan secara daring, panggung YESIST12 mungkin hanya berlangsung selama beberapa hari. Namun, keterampilan dan cara berpikir yang mereka bangun selama proses tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan yang jauh lebih panjang.