
NusamandiriNews, Jakarta–Dua dosen Universitas Nusa Mandiri (UNM), Dr. Anton dan Arfhan Prasetyo, menghadiri kegiatan Kemitraan Google Digital Ecosystem Kurikulum LLDIKTI Wilayah III. Acara yang berlangsung di Google Indonesia Office, SCBD, Jakarta Selatan pada Selasa (27/10) ini berfokus pada penguatan ekosistem digital pendidikan tinggi.
UNM yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, terus memperkuat integrasi teknologi modern dalam proses pembelajaran. Keterlibatan ini menjadi langkah strategis universitas dalam mengadopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) guna menciptakan lingkungan akademik yang adaptif dan siap bersaing di era digital.
Baca juga: HIMASATA UNM Bakal Gelar COSIX Workshop 2026 Bahas Computer Vision K3
UNM Hadiri Kemitraan Ekosistem Digital Google
Kegiatan dibuka oleh Country Lead Google for Education Indonesia, Olivia Husli Basrin, serta dihadiri Kepala LLDIKTI III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan. Selain membedah keamanan data dan bahaya Shadow AI, peserta mengikuti lokakarya integrasi teknologi Gemini untuk pembuatan materi ajar interaktif dan kolaborasi cloud.
Ketua Program Studi (prodi) Informatika UNM, Arfhan Prasetyo, menyambut positif kolaborasi strategis antara penyedia teknologi global dan perguruan tinggi tersebut.
“Pengadopsian ekosistem digital dan teknologi AI yang aman sangat krusial dalam memperbarui kurikulum informatika,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (29/10).
Ia menyampaikan bahwa sinergi ini memastikan civitas akademika UNM tidak hanya memanfaatkan AI secara bijak, tetapi juga memiliki standar kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Baca juga:Prodi Informatika S2 UNM Bahas Kurikulum OBE Bersama UNSURYA
Sebagai tindak lanjut, UNM merencanakan keikutsertaan dosen dan mahasiswa dalam program Gemini Academy untuk meraih sertifikasi internasional.
“Langkah ini diharapkan mampu memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) 2026 sekaligus mencetak lulusan unggul yang menguasai teknologi terkini,” tegasnya.







