Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Berita

Dosen Universitas Nusa Mandiri Ciptakan Aplikasi CYBERSENTINEL untuk Deteksi Cyberbullying

badge-check

Depok, NusamandiriNews–Tim peneliti dosen Kampus Digital Bisnis Universitas Nusa Mandiri (UNM) telah berhasil menciptakan aplikasi inovatif bernama CYBERSENTINEL. Aplikasi ini bertujuan untuk mendeteksi cyberbullying di media sosial menggunakan algoritma machine learning. Penelitian diketuai oleh Siti Ernawati bersama anggota tim yaitu Frieyadie dan Eka Rini Yulia.

Bagian dari rangkaian kegiatan Penelitian Hibah Fundamental dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2024, tim peneliti ini mengadakan FGD pada Sabtu 10 Agustus 2024. Acara ini berlangsung di Ruang Meeting Sakura, Fave Hotel Margonda Depok, dan dihadiri oleh pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yaitu Dr Foni Agus Setiawan, turut hadir dosen, praktisi dan mahasiswa.

Baca juga: Kontrak Turunan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Hibah DRTPM 2024, Resmi di Teken

Dosen Universitas Nusa Mandiri Ciptakan Aplikasi CYBERSENTINEL

Siti Ernawati selaku ketua mengatakan bahwa aplikasi ini dikembangkan sebagai solusi untuk membantu memerangi perundungan siber yang kian meningkat di era Big Data.

“Dengan tema penelitian CYBERSENTINEL: Deteksi Cyberbullying di Media Sosial Menggunakan Algoritma Machine Learning di Era Big Data, Forum Group Discussion (FGD) ini bertujuan untuk memperoleh masukan dan pandangan dari para ahli guna menyempurnakan aplikasi sebelum dirilis ke masyarakat luas,” terang Siti dalam rilis yang diterima, Selasa (13/8).

Menurut Siti, diskusi ini menyoroti tantangan dan peluang dalam penerapan teknologi machine learning untuk mendeteksi perilaku bullying yang terjadi di media sosial.

“CYBERSENTINEL dikembangkan untuk memberikan solusi efektif untuk mengidentifikasi dan mengatasi praktik cyberbullying yang semakin umum di media sosial. Dengan memanfaatkan teknologi, big data dan algoritma machine learning, kami berharap dapat membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi semua pengguna, dan mendukung pengguna media sosial dalam menghindari tindakan cyberbullying,” papar Siti.

Sementara itu, Frieyadie, salah satu anggota tim peneliti menyebutkan bahwa Aplikasi CYBERSENTINEL dikembangkan dengan menggunakan teknologi machine learning yang mampu menganalisis konten berbasis teks di media sosial untuk mengidentifikasi potensi cyberbullying. Aplikasi ini dirancang untuk mendeteksi pola-pola perilaku yang berbahaya.

“Algoritma yang digunakan dalam penelitian ini dirancang untuk mendeteksi segala bentuk cyberbullying, termasuk penghinaan, pelecehan, dan intimidasi, dengan akurasi tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna media sosial,” jelasnya.

Selanjutnya, Eka Rini Yulia yang juga anggota tim peneliti menegaskan melalui kegiatan FGD ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga untuk pengembangan lebih lanjut dari CYBERSENTINEL.

Baca juga: Dahsyat! Capaian Tertinggi Universitas Nusa Mandiri Tahun 2024 Raih Pendanaan Program Hibah DRTPM Hingga Rp 600 Juta Lebih

“Universitas Nusa Mandiri berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya memerangi cyberbullying dan menciptakan ekosistem digital yang lebih positif,” tandas Eka.

Pada kesempatan ini, Dr Foni Agus Setiawan dari BRIN menyampaikan pandangannya tentang pentingnya kerjasama riset akademis dan kebijakan pemerintah untuk memerangi cyberbullying.

“Perlunya kolaborasi yang lebih erat antara semua pihak untuk menciptakan teknologi yang tidak hanya efektif tetapi juga berkelanjutan,” ungkap Dr Foni Agus Setiawan. (UMF)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Cuma Kuliah! Program IEP 3+1 UNM Bikin Mahasiswa Siap Kerja Sejak Dini

15 April 2026 - 14:16 WIB

Program IEP 3+1 UNM Bikin Mahasiswa Siap Kerja

Sempro Hari ke-3 UNM Sorot AI & Blockchain, Mahasiswa Magister Siap Amankan Data Digital, Ayo Ikuti Jejaknya!

15 April 2026 - 12:54 WIB

Sempro Hari ke-3 UNM Sorot AI & Blockchain

Era Baru Anak Muda: Kuliah Sambil Bangun Bisnis, UNM Dorong Tren Wirausaha Muda

15 April 2026 - 12:42 WIB

Kuliah Sambil Bangun Bisnis

70% Perusahaan Cari Programmer Berbasis AI, UNM Siapkan Talenta Siap Industri

15 April 2026 - 12:35 WIB

70% Perusahaan Cari Programmer Berbasis AI

AI Kuasai Dunia Kerja, UNM Siapkan Mahasiswa Jadi Talenta Digital Unggul

15 April 2026 - 12:29 WIB

AI Kuasai Dunia Kerja
Sedang Tren di Berita