NusamandiriNews, Jakarta — Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menunjukkan kontribusinya dalam penguatan talenta digital nasional. Dosen Program Studi Sains Data, Setiaji, dipercaya menjadi juri dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang IT Software Solution for Business (ITSSB) yang digelar pada 23–24 April 2026 di SMK Negeri 18 Jakarta.
Dalam ajang tahunan ini, Setiaji berkolaborasi dengan Arrival Dwi Sentosa dari Institut Teknologi Bandung sebagai tim juri yang menghadirkan perspektif akademik dan industri dalam proses penilaian.
Baca juga:Tak Harus Skripsi! Saatnya Mahasiswa Buktikan Kompetensi Nyata
Dosen UNM Jadi Juri LKS IT Nasional
Kompetisi ini menjadi wadah strategis untuk mengukur kemampuan siswa SMK di bidang teknologi, dengan kategori lomba meliputi desktop dan mobile programming. Sebanyak tujuh peserta dari empat SMK diuji dalam pengembangan aplikasi berbasis Python pada hari pertama, serta pembuatan aplikasi Android pada hari kedua.
Setiaji menjelaskan bahwa penilaian dilakukan secara komprehensif.
“Tidak hanya aspek teknis, kami juga menilai perancangan sistem, fungsionalitas aplikasi, kualitas kode, hingga efektivitas solusi yang dihasilkan peserta,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (27/4).
Ia menilai kemampuan peserta menunjukkan potensi besar untuk bersaing di industri.
“Siswa SMK saat ini sudah memiliki keterampilan yang matang. Mereka mampu menghasilkan aplikasi dalam waktu singkat dengan kualitas yang cukup baik. Ini jadi sinyal kuat bahwa lulusan vokasi siap masuk dunia kerja, khususnya di sektor digital,” tambahnya.
Kehadiran juri dari berbagai perguruan tinggi seperti UNM dan ITB turut memperkuat objektivitas serta standar penilaian dalam kompetisi ini.
Melalui keterlibatan dosen dalam LKS, Universitas Nusa Mandiri menegaskan komitmennya dalam menjembatani dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Upaya ini juga sejalan dengan penguatan kompetensi digital seperti software development, artificial intelligence, dan data science yang terus dikembangkan dalam kurikulum berbasis praktik.
Ajang ini diharapkan mampu mendorong siswa untuk terus mengasah kemampuan, meningkatkan daya saing, serta melahirkan inovasi baru di bidang teknologi sejak dini.









