
NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui inovasi berbasis lingkungan. Kali ini, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) EcoWorth menggelar Pelatihan Pemasaran Lanjutan: Penentuan Harga Jual dan Soft Launching Produk Turunan Eco Enzyme bersama anggota PKK RW 012 Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (15/7).
Kegiatan yang diikuti 13 peserta ini merupakan lanjutan dari program pemberdayaan EcoWorth yang sebelumnya telah melatih masyarakat mengolah eco enzyme menjadi berbagai produk ramah lingkungan, seperti sabun cair serbaguna, karbol wangi, dan hand sanitizer. Pada tahap ini, peserta dibekali kemampuan menentukan harga jual, menyusun strategi pemasaran, hingga memperkenalkan produk kepada masyarakat melalui kegiatan soft launching.
Baca juga:PKM UNM Ajarkan Branding Berbasis AI, Produk Eco Enzyme PKK Kini Siap Tembus Pasar
EcoWorth UNM Bantu PKK Cipinang Melayu
Pelatihan diawali dengan materi mengenai Harga Pokok Produksi (HPP) dan strategi penetapan harga jual agar peserta mampu menghitung biaya produksi, menentukan margin keuntungan, serta menetapkan harga yang kompetitif. Selanjutnya, tim EcoWorth menjelaskan alur sistem penjualan, mulai dari mekanisme pemesanan, pengelolaan stok, pembayaran, hingga distribusi produk.
Sebagai bentuk evaluasi, peserta mengikuti post-test sebelum melaksanakan soft launching produk EcoWorth. Produk-produk tersebut kemudian mulai dipromosikan melalui media sosial, seperti Instagram dan WhatsApp, yang didukung dengan pembuatan konten promosi berupa foto, video, dan materi pemasaran digital.
Ketua Tim PKM-PM EcoWorth, Nazwa Syifa Fitriani, mengatakan bahwa keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas, tetapi juga strategi bisnis yang tepat.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu masyarakat memahami bahwa membangun usaha tidak berhenti pada proses produksi. Penentuan harga yang tepat, strategi pemasaran, dan kemampuan memperkenalkan produk menjadi kunci agar produk memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Senin (27/7).
Sementara itu, Ketua PKK RW 012 Cipinang Melayu, Ive Sulistia Nenden, mengapresiasi keberlanjutan program yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
“Kami mendapatkan pendampingan yang lengkap, mulai dari membuat produk hingga menentukan harga dan memasarkannya. Bekal ini membuat ibu-ibu PKK semakin percaya diri untuk mengembangkan produk eco enzyme sebagai peluang usaha yang ramah lingkungan,” ungkapnya.
Dosen pendamping PKM-PM EcoWorth, Johan Hendri Prasetyo, menegaskan bahwa aspek pemasaran menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.
“Produk hasil pemberdayaan akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar jika masyarakat memiliki kemampuan mengelola harga, membangun strategi pemasaran, dan memperkenalkan produknya secara berkelanjutan,” jelas Johan.
Tim PKM-PM EcoWorth yang terdiri atas Nazwa Syifa Fitriani sebagai ketua, dengan anggota yakni Raka Muhammad Setia, Shahnaz Hafiza Bilqis, dan Nasywan Abhinaya berharap program ini mampu mendorong anggota PKK RW 012 Cipinang Melayu mengembangkan produk turunan eco enzyme menjadi usaha yang mandiri, berdaya saing, dan bernilai ekonomis.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, tegas Johan, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa menghadirkan solusi inovatif melalui pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan teknologi, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi.
“Program EcoWorth menjadi bukti nyata bahwa inovasi mahasiswa mampu menciptakan dampak sosial sekaligus membuka peluang usaha berbasis lingkungan yang berkelanjutan,” tandasnya.








