NusamandiriNews, Jakarta–Perkembangan teknologi digital menjadikan data sebagai aset paling berharga bagi perusahaan modern. Hampir seluruh aktivitas masyarakat, mulai dari transaksi belanja online, penggunaan media sosial, hingga operasional bisnis, menghasilkan data dalam jumlah besar. Kondisi ini mendorong meningkatnya kebutuhan akan profesi data scientist di berbagai sektor industri.
Data scientist merupakan profesi yang berperan dalam mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan data menjadi informasi bernilai. Hasil analisis tersebut digunakan perusahaan untuk mendukung pengambilan keputusan strategis berbasis data (data-driven decision making). Tak heran, profesi ini kini masuk dalam daftar pekerjaan paling dibutuhkan di era digital menurut berbagai laporan industri global.
Baca juga: Industri Berbasis Big Data Berkembang Pesat, UNM Hadirkan Pendidikan Berorientasi Kebutuhan Pasar
Profesi Data Scientist Jadi Primadona Baru Dunia Kerja
Bryan Givan, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, menegaskan bahwa kemampuan analisis data menjadi keterampilan kunci bagi generasi muda saat ini.
“Di era digital, data adalah sumber informasi strategis. Perusahaan membutuhkan talenta yang mampu mengolah data menjadi insight untuk menentukan arah bisnis,” ujarnya, Jumat (17/4).
Ia menjelaskan, seorang data scientist tidak hanya dituntut menguasai kemampuan teknis, tetapi juga harus memiliki pola pikir analitis dan pemahaman bisnis yang kuat.
“Seorang data scientist harus mampu menerjemahkan data dan statistik menjadi informasi yang mudah dipahami oleh manajemen. Di sinilah pentingnya kemampuan analisis dan komunikasi,” jelas Bryan.
Tingginya kebutuhan profesi ini terlihat di berbagai sektor seperti perbankan, e-commerce, fintech, hingga startup. Perusahaan memanfaatkan analisis data untuk memahami perilaku konsumen, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Melihat tren tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul di bidang data. Melalui Program Studi Sains Data, mahasiswa dibekali berbagai kompetensi seperti statistik, machine learning, data visualization, serta pemrograman untuk analisis data.
Tak hanya itu, mahasiswa juga dilatih mengolah data dalam skala besar dan menghasilkan insight yang aplikatif untuk kebutuhan industri.
Bryan menambahkan, peluang karier di bidang data science masih sangat terbuka lebar seiring pesatnya transformasi digital.
Baca juga: Data Bukan Sekadar Angka! Ini Alasan Jadi Aset Paling Dicari di Dunia Kerja
“Mahasiswa dengan kemampuan analisis data memiliki prospek karier yang luas, karena hampir semua industri kini membutuhkan talenta data,” tambahnya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus berkomitmen mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Dengan kurikulum berbasis industri dan fokus pada pengembangan keterampilan digital, UNM berupaya menghadirkan generasi muda yang adaptif dan kompetitif di era digital.
Meningkatnya kebutuhan profesi data scientist menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk berkarier di bidang yang tidak hanya menjanjikan secara finansial, tetapi juga berperan penting dalam membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih tepat di masa depan.









