
NusamandiriNews, Jakarta – Persaingan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut lulusan baru tidak hanya mengandalkan nilai akademik, tetapi juga memiliki kemampuan memecahkan masalah (problem solving). Mahasiswa program studi Manajemen pun diimbau mulai mengasah kompetensi ini sejak di bangku kuliah agar siap menghadapi tantangan di industri.
Ketua Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Nusa Mandiri (UNM), Instianti Elyana, menyampaikan bahwa perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan karyawan yang sekadar menjalankan instruksi. Dunia bisnis membutuhkan individu yang mumpuni dalam menganalisis hingga menawarkan solusi konkret atas berbagai persoalan organisasi.
Baca juga: Asah Soft Skill, Mahasiswa Manajemen UNM Didorong Aktif Berorganisasi
Lulusan Baru Wajib Punya Kemampuan “Problem Solving”
“Perusahaan tidak hanya membutuhkan orang yang bisa menjalankan instruksi. Mereka membutuhkan orang yang mampu melihat masalah, memahami penyebabnya, dan menawarkan solusi yang masuk akal,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Jumat (11/9).
Ia menambahkan, kemampuan ini tidak muncul secara otomatis begitu seseorang mendapatkan gelar sarjana. Keterampilan ini harus dilatih melalui studi kasus, tugas kuliah, penelitian, hingga aktif berorganisasi dan menjalankan proyek. Pentingnya kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. UNM sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong mahasiswa agar terbiasa berpikir kritis dan berbasis data.
“Di Prodi Manajemen Universitas Nusa Mandiri, kami berkomitmen membentuk lulusan yang siap menjadi problem solver di dunia profesional maupun kewirausahaan. Pembelajaran dirancang berorientasi pada inovasi dan perkembangan bisnis berbasis digital,” ujarnya.
Menurut Instianti, mahasiswa dibekali pemahaman lintas bidang seperti Manajemen Pemasaran, Keuangan, Sumber Daya Manusia, hingga Digital Entrepreneurship. Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat memetakan serta memecahkan masalah bisnis dari berbagai sudut pandang yang strategis.
Baca juga:Mahasiswa Manajemen UNM Didorong Manfaatkan Pembelajaran Berbasis Proyek
Dalam proses analisis masalah, ia mengingatkan mahasiswa untuk tidak terburu-buru menyimpulkan solusi tanpa diagnosis mendalam. Penggunaan data yang objektif dan pemahaman atas risiko dari setiap keputusan menjadi kunci penting dalam mengambil langkah manajerial.
“Kemampuan komunikasi juga memegang peranan vital agar ide atau solusi yang dirancang dapat tersampaikan dengan baik kepada tim dan pimpinan. Pengalaman menghadapi kendala saat berorganisasi di kampus turut menjadi sarana latihan nyata dalam mengambil keputusan di bawah tekanan,” tutupnya.








