NusmandiriNews, Jakarta – Memilih jurusan kuliah bukan lagi sekadar mengikuti minat atau tren, tetapi harus menjadi keputusan strategis yang selaras dengan kebutuhan industri. Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, relevansi jurusan dengan dunia kerja menjadi faktor kunci dalam menentukan masa depan karier mahasiswa.
Salah jurusan masih sering terjadi di kalangan calon mahasiswa. Banyak yang memilih program studi tanpa mempertimbangkan peluang kerja dan kebutuhan industri, sehingga berujung pada kesulitan saat memasuki dunia profesional.
Baca juga:Buru Jurusan AI dan Data? Ini 5 Pilihan S1 UNM yang Lagi Diburu Industri, Daftar Sekarang!
Salah Pilih Jurusan Bisa Hambat Karier!
Bryan Givan, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, menegaskan pentingnya keseimbangan antara minat dan prospek karier.
“Memilih jurusan tidak bisa hanya berdasarkan passion. Harus ada keselarasan dengan kebutuhan industri agar lulusan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya, Senin (4/5).
Menurut Bryan, perkembangan industri digital membuka peluang besar bagi talenta yang memiliki kompetensi di bidang teknologi dan bisnis berbasis digital. Bidang seperti sistem informasi, bisnis digital, dan manajemen berbasis teknologi menjadi sektor dengan pertumbuhan paling pesat.
Seiring dengan itu, ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada 2026, sektor ini diproyeksikan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam industri e-commerce, fintech, dan startup teknologi. Kondisi ini mendorong tingginya permintaan tenaga kerja dengan keterampilan digital, mulai dari analisis data hingga pengembangan sistem dan manajemen bisnis modern.
Namun, tantangan tidak hanya terletak pada peluang kerja, melainkan juga kesiapan sumber daya manusia. Banyak perusahaan masih menemukan kesenjangan antara kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi.
Menjawab tantangan tersebut, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis hadir dengan komitmen mencetak lulusan yang siap kerja dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan mengusung tagline “Universitas Nusa Mandiri: Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, kampus ini menghadirkan program studi unggulan seperti Sistem Informasi, Manajemen, dan Bisnis Digital yang dirancang sesuai kebutuhan industri.
Melalui kurikulum berbasis industri yang menggabungkan teori dan praktik, mahasiswa tidak hanya dibekali hard skills, tetapi juga soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan problem solving.
Bryan menambahkan, memilih jurusan yang tepat merupakan langkah awal menuju kesuksesan karier.
“Mahasiswa harus mampu membaca tren industri dan mempersiapkan diri sejak dini. Jurusan yang tepat akan membuka lebih banyak peluang di masa depan,” jelasnya.
Ia juga menekankan peran penting perguruan tinggi dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri. Kampus dituntut untuk terus menghadirkan kurikulum yang adaptif dan relevan agar lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.
Di era digital yang dinamis, keputusan memilih jurusan menjadi investasi jangka panjang. Dengan mempertimbangkan minat, potensi, serta kebutuhan industri, calon mahasiswa dapat menentukan langkah yang lebih tepat dalam meraih masa depan.









