Universitas Nusa Mandiri Selaraskan Kurikulum Bisnis Digital

NusamandiriNews, Depok – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan industri. Menjawab tantangan transformasi digital dan perubahan kebutuhan dunia kerja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNM menggelar Forum Diskusi Penyelarasan Kurikulum Program Studi Manajemen dan Program Studi Bisnis Digital Berdasarkan Kebutuhan Industri dan Dunia Kerja di UNM Kampus Margonda, Jl Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok pada Kamis (2/7).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kurikulum yang diterapkan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era ekonomi digital.

Baca juga:Mahasiswa Bisnis Digital UNM Raih Hibah Santripreneur BAZNAS 2026, Brand Luminous Siap Tembus Pasar

Universitas Nusa Mandiri Selaraskan Kurikulum Bisnis Digital

Forum dibuka oleh Dekan FEB Universitas Nusa Mandiri, Dr. Ida Zuniarti serta dihadiri Ketua Program Studi Bisnis Digital Lia Mazia, Ketua Program Studi Manajemen Instianti Elyana, jajaran dosen dari kedua program studi, serta praktisi dari PT Bank OCBC Tbk, yakni Yosep Achmar, Vice President – Human Resources Business Partner (HRBP), dan Malkhi Wisanggeni, HR Talent Acquisition.

Dalam sambutannya, Dr. Ida Zuniarti menegaskan bahwa perguruan tinggi harus terus melakukan pembaruan kurikulum agar mampu mengikuti dinamika dunia industri yang berkembang sangat cepat.

“Perubahan dunia kerja berlangsung sangat cepat seiring berkembangnya teknologi digital. Karena itu, perguruan tinggi perlu terus berkolaborasi dengan dunia industri agar kurikulum yang diterapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.

Pada sesi diskusi, Yosep Achmar menyoroti pentingnya penguatan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Menurutnya, perusahaan kini tidak hanya mencari lulusan dengan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga talenta yang mampu berpikir kritis, bekerja kolaboratif, beradaptasi terhadap perubahan, serta menguasai teknologi digital. Ia menilai pengalaman project-based learning, magang industri, dan penyelesaian studi kasus menjadi nilai tambah dalam proses rekrutmen.

Sementara itu, Malkhi Wisanggeni menekankan pentingnya keseimbangan antara hard skills dan soft skills. Ia menyebut kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, problem solving, serta kemauan belajar sepanjang hayat menjadi kompetensi utama yang dibutuhkan perusahaan di era transformasi digital.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, Lia Mazia menegaskan bahwa keterlibatan industri merupakan bagian penting dalam proses pengembangan kurikulum agar lulusan benar-benar siap menghadapi tantangan dunia kerja.

“Kami ingin lulusan Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang melalui inovasi dan kewirausahaan digital. Karena itu, kurikulum kami terus diselaraskan bersama dunia industri agar mahasiswa memperoleh kompetensi yang benar-benar dibutuhkan saat ini maupun di masa mendatang,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Sabtu (4/6).

Ia menjelaskan bahwa penyempurnaan kurikulum tidak hanya berfokus pada penguatan materi akademik, tetapi juga memperluas pengalaman belajar melalui project-based learning, kolaborasi dengan praktisi industri, program magang, sertifikasi kompetensi, serta berbagai aktivitas pembelajaran yang mendukung kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai aspek strategis, mulai dari penyempurnaan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), penguatan kompetensi digital, integrasi studi kasus industri dalam pembelajaran, hingga peluang kolaborasi melalui kuliah praktisi, program magang, sertifikasi kompetensi, dan rekrutmen lulusan.

Baca juga:Dosen Bisnis Digital UNM Lolos ILP 2026, Kembangkan AI Pembaca Resume untuk Siapkan Karier Mahasiswa

Melalui forum ini, katanya, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Hasil diskusi akan menjadi landasan penyempurnaan kurikulum Program Studi Bisnis Digital dan Manajemen agar semakin selaras dengan perkembangan ekonomi digital serta tuntutan dunia kerja.

“Dengan kurikulum yang terus dikembangkan bersama mitra industri, Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri optimistis mampu mencetak lulusan yang kompetitif, inovatif, siap berkarier di berbagai sektor industri digital, sekaligus mampu membangun bisnis berbasis teknologi dan inovasi,” tandasnya.

Ubah Mimpi Jadi Prestasi. Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Nusa Mandiri Tahun Akademik 2026/2027 dapat diakses melalui https://pmb.nusamandiri.ac.id.