NusamandiriNews, Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya riset dan inovasi melalui keberhasilan sejumlah dosennya lolos dalam Paragon Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026. Program yang digagas ParagonCorp tersebut menjadi salah satu wadah pengembangan kapasitas akademisi untuk menghasilkan penelitian dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Partisipasi dosen UNM dalam program ini sejalan dengan upaya perguruan tinggi untuk mendorong pengembangan riset yang tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi di era transformasi digital.
Baca juga:Dosen UNM Antar Mahasiswa Raih Hibah PKM Nasional Lewat Inovasi Game Psikoedukasi ADHD
7 Dosen Terpilih di Paragon ILP 2026
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Nusa Mandiri, Dr. Nita Merlina menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan inovasi yang dapat memberikan solusi bagi masyarakat.
“Kami terus mendorong dosen untuk aktif melakukan penelitian yang relevan dengan kebutuhan zaman. Riset tidak boleh berhenti pada tataran akademik semata, tetapi harus mampu menghasilkan inovasi dan solusi yang dapat diterapkan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (22/6).
Ia menjelaskan, keterlibatan dosen dalam Paragon Inspiring Lecturer Program menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kapasitas akademik, memperluas jejaring kolaborasi, serta memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri.
Pada Paragon ILP 2026, delapan dosen Universitas Nusa Mandiri berhasil lolos dan terpilih mengikuti program tersebut. Mereka berasal dari Fakultas Teknologi Informasi dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Dari Fakultas Teknologi Informasi, dosen yang lolos yakni Daniati Uki Eka Saputri, M.Kom (Program Studi Sistem Informasi), Taopik Hidayat, M.Kom (Program Studi Sains Data), Nurul Khasanah, M.Kom, Dr. Linda Marlinda, MM., M.Kom, dan Dr. Ruhul Amin, M.Kom dari Program Studi Informatika, Ika Kurniawati, M.Kom dari Program Studi Sistem Informasi, serta Dr. Nita Merlina, M.Kom dari Program Studi Informatika Program Doktor.
Sementara dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dosen yang lolos adalah Fajar Sarasati, M.Kom dari Program Studi Bisnis Digital.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa dosen UNM terus aktif meningkatkan kompetensi dan produktivitas akademik di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Keikutsertaan dosen dalam program nasional seperti Paragon ILP merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas riset, memperluas kolaborasi lintas sektor, dan meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan nasional. Kami berharap berbagai ide dan inovasi yang lahir dari program ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Baca juga:Riset UNM Tembus Jurnal Scopus Q1, Kolaborasi BONVIEW Publishing Berbuah Prestasi Global
Sebagai Kampus Digital Bisnis, tegasnya, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong terciptanya ekosistem akademik yang inovatif melalui penguatan riset, publikasi ilmiah, pengembangan teknologi, hingga kolaborasi dengan berbagai mitra industri dan institusi nasional maupun internasional.
“Keberhasilan para dosen lolos dalam Paragon Inspiring Lecturer Program 2026 diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak penelitian inovatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global,”, tutupnya.










