
NusamandiriNews, Depok — Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, menggelar kegiatan pertukaran teknologi dan budaya bersama delegasi internasional IEEE YESIST12 Global Committee. Acara bertajuk “Inspiring Future Tech Innovators for Global Impact” ini berlangsung di Mini Theater, Lantai 9, UNM kampus Margonda, Jl Margonda Raya, No 545, Pondok Cina, Beji, Depok, pada Senin (5/10), silam.
Pertemuan ini menjadi wadah kolaborasi antarsivitas akademika UNM dan delegasi internasional untuk memperkuat inovasi digital berbasis dampak sosial. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Grand Finale IEEE YESIST12 2026 di Indonesia.
Baca juga:Sinergi Global, UNM Sambut Delegasi IEEE YESIST12 India di Margonda
Diskusi Teknologi dan Inovasi Bisnis Digital
Ketua Program Studi (prodi) Bisnis Digital UNM, Lia Mazia, menyampaikan bahwa kolaborasi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan lokal di tingkat global. Pemahaman teknologi perlu diselaraskan dengan strategi bisnis dan kebutuhan masyarakat.
“Melalui kolaborasi lintas budaya ini, mahasiswa tidak hanya belajar menciptakan teknologi, tetapi juga memahami cara membangun model bisnis yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat global,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (15/10).
Sesi diskusi berfokus pada tren bisnis digital global, salah satunya membandingkan perkembangan pembayaran digital QRIS di Indonesia dengan Unified Payments Interface (UPI) di India. Mahasiswa dari berbagai program studi, seperti Bisnis Digital, Data Science, Informatika, dan Manajemen, aktif berdiskusi mengenai adopsi teknologi terkini.
Baca juga:Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri Jadi Cameramen Forum Internasional IEEE YESIST12
Selain diskusi panel, ungkap Lia, mahasiswa UNM unjuk gigi dalam sesi UNM Student Project Showcase untuk mempresentasikan ide inovasi mereka di hadapan delegasi dunia. Delegasi IEEE YESIST12 memberikan masukan langsung agar proyek yang dirancang mahasiswa dapat diterapkan secara nyata dan berskala internasional.
Acara kemudian diakhiri dengan pertukaran budaya secara santai bersama mahasiswa kelas Bahasa Inggris UNM. Melalui sesi ini, para peserta saling berbagi pengalaman mengenai kehidupan kampus serta kebudayaan di Indonesia dan India.
“Melalui kemitraan internasional ini, UNM berkomitmen terus menghadirkan pembelajaran kontekstual yang melampaui ruang kelas. Langkah ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang inovatif, berdaya saing global, dan berintegritas,” jelasnya.







