Menu

Mode Gelap
Universitas Nusa Mandiri Raih Klasterisasi Utama: Pengakuan atas Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNM Beri Penghargaan Inovasi Pada Mahasiswa dan Alumni Berprestasi UNM Terima Penghargaan Apresiasi Penggabungan Perguruan Tinggi Tahun 2021 Manfaat Teknologi Untuk Ketahui Kepribadian dan Kecerdasan Pada Anak Sarah, Mahasiswa UNM yang Aktif Kuliah Sambil Berbisnis UNM Gelar Pembekalan Internal Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Tahun 2022

Opini

AI Bukan Ancaman, Saatnya Mahasiswa Informatika Jadi Pencipta Inovasi

badge-check


					AI Bukan Ancaman, Saatnya Mahasiswa Informatika Jadi Pencipta Inovasi Perbesar

NusamandiriNews–Perkembangan Artificial Intelligence (AI) hari ini bergerak jauh lebih cepat dibanding kesiapan sebagian besar masyarakat dalam memahaminya. Teknologi yang dulu hanya hadir dalam film fiksi ilmiah kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. AI digunakan dalam bisnis, pendidikan, kesehatan, industri kreatif, hingga pelayanan publik. Pertanyaannya, apakah generasi muda hanya akan menjadi pengguna teknologi, atau justru menjadi pencipta solusi berbasis AI?

Sebagai Ketua Program Studi Informatika (S1) Universitas Nusa Mandiri, saya memandang bahwa AI bukan ancaman bagi mahasiswa, melainkan peluang besar yang harus dimanfaatkan. Dunia kerja digital saat ini membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis dasar. Industri membutuhkan talenta yang mampu berpikir kreatif, memahami persoalan nyata, lalu menerjemahkannya menjadi solusi teknologi yang relevan dan berdampak.

Baca juga:AI Sudah Kuasai Industri Mahasiswa Informatika UNM Jangan Cuma Jadi Penonton

Mahasiswa Informatika Jadi Pencipta Inovasi

Inilah alasan mengapa pendidikan informatika tidak bisa lagi hanya berfokus pada teori pemrograman. Mahasiswa harus dibekali kemampuan problem solving, logika berpikir, kreativitas, serta pengalaman praktik yang selaras dengan kebutuhan industri digital. Penguasaan Artificial Intelligence, machine learning, dan data analytics akan menjadi kompetensi penting dalam menghadapi masa depan.

Melalui seminar “Membangun Aplikasi Cerdas: Implementasi AI untuk Transformasi Digital Bisnis” yang diselenggarakan Program Studi Informatika Universitas Nusa Mandiri di Aula UNM Margonda, kami ingin membuka cara pandang mahasiswa terhadap perkembangan teknologi AI. Kehadiran praktisi AI dan data analytics, Arief Rama Syarif, menjadi jembatan penting agar mahasiswa memahami bagaimana AI benar-benar diterapkan di dunia industri.

Antusiasme mahasiswa dalam seminar tersebut menunjukkan bahwa generasi muda sebenarnya memiliki ketertarikan besar terhadap teknologi masa depan. Mereka ingin belajar, bereksperimen, dan menciptakan inovasi. Tugas perguruan tinggi adalah menghadirkan ekosistem pembelajaran yang mendukung lahirnya talenta digital tersebut.

Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan industri. Mahasiswa tidak hanya diajak memahami konsep AI secara teoritis, tetapi juga didorong untuk membangun proyek nyata berbasis kecerdasan buatan. Pengalaman praktik seperti seminar, workshop, riset, hingga kolaborasi dengan praktisi industri menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.

Saya melihat masih banyak mahasiswa yang memandang AI sebatas alat otomatisasi. Padahal, AI jauh lebih besar dari itu. Teknologi ini mampu membantu manusia meningkatkan efisiensi, mempercepat analisis data, memprediksi kebutuhan pasar, hingga menciptakan inovasi layanan yang lebih personal. Di sektor bisnis, AI bahkan menjadi faktor penentu daya saing perusahaan.

Karena itu, mahasiswa informatika perlu memiliki keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Mereka harus mulai aktif membangun portofolio digital, mengikuti kompetisi teknologi, terlibat dalam proyek kolaboratif, dan terus mengembangkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi yang sangat cepat.

Di era transformasi digital, perusahaan tidak hanya mencari programmer yang bisa menulis kode. Dunia industri membutuhkan individu yang mampu memahami kebutuhan bisnis, membaca tren teknologi, dan menciptakan solusi inovatif berbasis data serta AI. Kompetensi inilah yang harus mulai dipersiapkan sejak bangku kuliah.

Baca juga:Kampus Tak Butuh Dosen Biasa, UNM Dorong Akademisi Naik Kelas

Saya percaya, masa depan bukan dimiliki oleh mereka yang takut pada AI, tetapi oleh mereka yang mampu memahami dan mengendalikannya secara bijak. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk mencetak generasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi inovator digital.

Melalui semangat Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis, kami ingin melahirkan lulusan informatika yang unggul, adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di era Artificial Intelligence global. Sebab pada akhirnya, AI hanyalah alat. Masa depan tetap ditentukan oleh manusia yang mampu berpikir, berinovasi, dan menciptakan perubahan.

Penulis: Arfhan Prasetyo, Ketua Program Studi Informatika (S1) Universitas Nusa Mandiri

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AI Jangan Bunuh Nalar Mahasiswa!

5 Juni 2026 - 12:06 WIB

Nalar Mahasiswa!

Jangan Jadi Penonton Revolusi AI, Saatnya Jadi Pencipta

5 Juni 2026 - 08:30 WIB

Jangan Jadi Penonton Revolusi AI

Jangan Cuma Main Roblox Jadikan Ladang Riset Digital

3 Juni 2026 - 10:55 WIB

Jangan Cuma Main Roblox

Pancasila Jangan Tinggal di Buku Terapkan dalam Inovasi Digital

2 Juni 2026 - 12:02 WIB

Pancasila Jangan Tinggal di Buku

Kuliah Jangan Cari Nilai, Bangun Portofolio Sejak Hari Pertama

2 Juni 2026 - 11:15 WIB

Kuliah Jangan Cari Nilai
Sedang Tren di Opini
Numa Chat
AI Agent yang siap menjawab pertanyaan kamu...
🎓

Program Studi

Informasi tentang jurusan dan program studi

💲

Beasiswa

Info beasiswa dan cara mendaftar

🧾

Biaya Kuliah

Informasi biaya dan metode pembayaran

📄

Pendaftaran

Cara daftar dan syarat pendaftaran

🏢

Fasilitas Kampus

Informasi fasilitas dan lingkungan kampus