NusamandiriNews, Jakarta – Perjalanan kuliah yang terarah dan berbasis praktik menjadi kunci dalam mencetak talenta digital unggul. Hal ini tergambar dari pengalaman Dafih Okta Rahman, mahasiswa semester 4 Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, yang merasakan langsung transformasi kompetensi sejak semester awal hingga saat ini.
Memasuki dunia perkuliahan, Dafih memulai dari dasar dengan mempelajari ilmu bisnis, akuntansi, hingga pemrograman. Ia juga активно mengasah kemampuan Bahasa Inggris serta mengikuti berbagai seminar untuk memperluas wawasan di bidang digital.
Kisah Mahasiswa Bisnis Digital UNM
“Di semester 1, saya benar-benar mulai dari dasar. Saya belajar bisnis, akuntansi, programming, dan juga memperkuat Bahasa Inggris. Saya juga aktif ikut seminar supaya wawasan saya lebih luas,” ungkap Dafih.
Pada semester 2, kemampuan Dafih semakin berkembang, khususnya di bidang desain grafis. Ia mulai menguasai penggunaan software seperti Adobe Photoshop dan Illustrator, serta mendapatkan pengalaman baru dalam design thinking dan character building yang membentuk pola pikir kreatif dan kepercayaan diri.
“Semester 2 jadi titik awal saya mengenal dunia desain. Saya belajar Photoshop dan Illustrator, juga mulai memahami UI/UX. Di sini saya mulai merasa berkembang, tidak hanya secara skill tapi juga cara berpikir,” jelasnya.
Memasuki semester 3, Dafih mulai mendalami strategi digital, mulai dari manajemen media sosial hingga pemasaran. Ia juga mempelajari basis data menggunakan SQL dan XAMPP sebagai bekal teknis yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Di semester 3, saya mulai paham bagaimana mengelola media sosial, membuat strategi pemasaran, dan belajar database. Ini sangat membantu saya melihat bagaimana dunia digital bekerja secara nyata,” katanya.
Pada semester 4, Dafih merasakan integrasi penuh antara teori dan praktik. Ia mempelajari Web Marketing Development, riset pasar, hingga Business Intelligence dan Digital Marketing. Kemampuan membuat website berbasis database menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanannya.
“Sekarang di semester 4, saya sudah bisa membuat website yang terintegrasi dengan database, memahami riset pasar, dan belajar digital marketing lebih dalam. Perjalanan ini benar-benar membuat saya merasa lebih siap menghadapi dunia kerja,” tuturnya.
Ketua Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri, Lia Mazia, menegaskan bahwa pengalaman yang dirasakan mahasiswa merupakan hasil dari kurikulum yang dirancang adaptif terhadap kebutuhan industri.
Baca juga:Jangan Tertinggal! Prodi Bisnis Digital Jadi Investasi Masa Depan Generasi Muda
“Kami merancang pembelajaran berbasis praktik dan kebutuhan industri, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan nyata yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (13/4).
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa berkembang secara komprehensif, mulai dari kemampuan teknis, analitis, hingga kreativitas.
Kisah Dafih menjadi bukti bahwa proses belajar yang konsisten dan terarah mampu membentuk mahasiswa menjadi talenta digital yang siap bersaing di era transformasi digital.









