NusamandiriNews, Jakarta – Tren pendidikan tinggi di Indonesia terus mengalami perubahan signifikan. Di tengah tuntutan ekonomi dan gaya hidup modern, kelas karyawan kini menjadi pilihan strategis bagi Gen Z hingga profesional yang ingin tetap produktif sambil melanjutkan pendidikan.
Jika sebelumnya kuliah identik dengan mahasiswa full-time, kini konsep tersebut mulai bergeser. Banyak mahasiswa memilih untuk kuliah sambil bekerja demi mendapatkan pengalaman sekaligus kemandirian finansial sejak dini.
Gen Z dinilai lebih adaptif terhadap perubahan dan memiliki orientasi kuat pada pengembangan karier sejak awal. Selain ijazah, pengalaman kerja dan keterampilan praktis kini menjadi faktor penting dalam persaingan dunia kerja.
Baca juga:Suara Kampus Didengar Humas UNM Aktif Evaluasi LLDikti Demi Layanan Pendidikan Lebih Berkualitas
Mau Kerja Sekaligus Kuliah?
Bryan Givan, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, menyebutkan bahwa tren ini mencerminkan perubahan pola pikir dalam dunia pendidikan.
“Mahasiswa saat ini tidak ingin menunggu lulus untuk mulai bekerja. Mereka ingin langsung mendapatkan pengalaman sejak awal, dan kelas karyawan menjadi solusi yang relevan,” ujarnya, Senin (4/5).
Menurutnya, fleksibilitas menjadi faktor utama meningkatnya minat terhadap kelas karyawan. Sistem pembelajaran yang adaptif, baik dari segi waktu maupun metode, memungkinkan mahasiswa tetap menjalankan pekerjaan tanpa mengorbankan pendidikan.
Data tren pendidikan 2026 menunjukkan peningkatan signifikan jumlah mahasiswa kelas karyawan, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta dan sekitarnya. Hal ini didorong oleh kebutuhan peningkatan kompetensi di tengah perkembangan industri digital yang semakin cepat.
Kemajuan teknologi juga memperkuat tren ini. Model pembelajaran hybrid dan online membuat proses kuliah menjadi lebih fleksibel dan mudah diakses. Mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan tanpa harus meninggalkan pekerjaan, sehingga waktu dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.
Menjawab kebutuhan tersebut, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan program kelas karyawan yang fleksibel, adaptif, dan berbasis kebutuhan industri. Dengan mengusung tagline “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, program ini dirancang agar mahasiswa tetap mendapatkan kualitas pendidikan optimal sekaligus pengalaman kerja nyata.
Melalui kurikulum berbasis industri, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mengaplikasikan ilmu dalam pekerjaan sehari-hari. Pendekatan ini menjadikan proses belajar lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Bryan menambahkan bahwa mahasiswa kelas karyawan memiliki keunggulan kompetitif.
“Mereka belajar sambil praktik langsung di dunia kerja. Apa yang dipelajari di kelas bisa langsung diterapkan, sehingga lebih siap menghadapi tantangan industri,” jelasnya.
Baca juga:Lupakan Jadi Karyawan, UNM Siapkan Generasi Pengusaha Digital Masa Depan
Selain itu, pengalaman kerja selama kuliah menjadi nilai tambah yang signifikan dalam pengembangan karier. Banyak perusahaan saat ini lebih memprioritaskan kandidat yang memiliki kombinasi antara pendidikan formal dan pengalaman praktis.
Tidak hanya bagi mahasiswa, kelas karyawan juga menjadi solusi bagi para profesional yang ingin meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Program ini membuka peluang untuk naik jenjang karier maupun beralih ke bidang yang lebih relevan dengan perkembangan industri digital.
Di era yang serba dinamis, kemampuan untuk belajar secara fleksibel menjadi kunci utama. Kelas karyawan hadir sebagai inovasi pendidikan yang memungkinkan siapa pun untuk terus berkembang tanpa harus berhenti berkarya.










