NusamandiriNews, Jakarta — Di tengah kenaikan biaya pendidikan tinggi yang terus mencekik masyarakat, banyak anak muda mulai pesimis melanjutkan kuliah. Gelar sarjana perlahan terasa seperti “barang mahal” yang hanya bisa dijangkau kelompok tertentu. Padahal, di era digital dan persaingan kerja yang brutal, pendidikan tinggi justru menjadi senjata utama untuk bertahan.
Fenomena ini menjadi sorotan serius Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis. Melalui berbagai skema pembiayaan fleksibel, UNM Jatiwaringin hadir mematahkan stigma bahwa kuliah berkualitas selalu identik dengan biaya mahal.
Baca juga:Masih Anggap Kuliah Mahal? Saatnya Ubah Mindset, Ini Solusinya!
UNM Kampus Jatiwaringin Buka Jalan Kuliah Cicilan
Berdasarkan riset lembaga pemantau ekonomi nasional, biaya pendidikan tinggi di Indonesia meningkat rata-rata 10 hingga 15 persen setiap tahun. Kondisi tersebut membuat banyak calon mahasiswa dan orang tua dihantui kekhawatiran finansial sebelum memulai kuliah.
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri Kampus Jatiwaringin, Bryan Givan, menilai kampus tidak boleh hanya menjadi institusi akademik yang sibuk menjual gengsi pendidikan tanpa memahami realitas ekonomi masyarakat.
“Kita sedang menghadapi bonus demografi dengan potensi Gen-Z yang luar biasa. Sangat disayangkan jika mimpi mereka kandas hanya karena biaya kuliah. Pendidikan tinggi berkualitas adalah hak, bukan kemewahan,” tegasnya dalam rilis yang diterima, pada Sabtu (25/4).
Menurutnya, kampus modern harus hadir sebagai problem solver yang mampu membuka akses pendidikan lebih luas tanpa mengorbankan kualitas akademik maupun fasilitas mahasiswa.
Universitas Nusa Mandiri Kampus Jatiwaringin menghadirkan program biaya kuliah bisa dicicil dengan sistem pembayaran fleksibel dan transparan. Bahkan, calon mahasiswa juga dibebaskan dari uang gedung, sehingga proses masuk kuliah menjadi jauh lebih ringan.
“Mahasiswa seharusnya fokus belajar dan membangun masa depan, bukan stres memikirkan tagihan kampus setiap bulan. Karena itu kami menghadirkan sistem cicilan yang lebih humanis dan realistis,” ujar Bryan.
Tak hanya menawarkan biaya kuliah yang ramah kantong, Universitas Nusa Mandiri juga memiliki lokasi kampus yang strategis dan didukung fasilitas modern untuk menunjang aktivitas mahasiswa. Mulai dari laboratorium digital, sport center, hingga lapangan padel yang kini menjadi olahraga populer di kalangan generasi muda.
UNM juga memiliki program unggulan Internship Experience Program (IEP) 3+1, yakni tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman langsung di luar kampus melalui magang industri, proyek profesional, atau riset. Program ini menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan dunia kerja sehingga mahasiswa memiliki pengalaman nyata bahkan sebelum lulus.
Baca juga:Biaya Kuliah Jadi Momok? Ini Cara Cerdas Kuliah Terjangkau di Kampus Digital Bisnis 2026
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan akses pengembangan karir melalui Nusa Mandiri Career Center (NCC), sertifikasi profesi BNSP, hingga pembinaan inovasi digital dan kewirausahaan.
Bryan menegaskan bahwa menunda kuliah di era disrupsi teknologi justru bisa menjadi risiko besar bagi masa depan generasi muda.
“Persaingan kerja hari ini semakin keras. Dunia industri mencari lulusan yang punya kompetensi, pengalaman, dan mental adaptif. Karena itu, akses pendidikan harus dipermudah agar lebih banyak anak muda bisa naik kelas,” katanya.
Melalui aplikasi MyNusa PMB, proses pendaftaran kuliah di Universitas Nusa Mandiri kini dapat dilakukan dengan mudah langsung melalui smartphone.









