NusamandiriNews, Jakarta–Anggapan bahwa kuliah di jurusan informatika hanya berkutat pada menulis kode program ternyata tidak sepenuhnya benar. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kebutuhan industri digital kini menuntut lulusan informatika yang tidak hanya mahir coding, tetapi juga mampu berinovasi, memecahkan masalah, hingga memahami bisnis digital.
Melihat kebutuhan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan kurikulum Informatika yang adaptif dan relevan dengan perkembangan industri teknologi saat ini.
Baca juga:Ngoding Buat Apa? Bikin Riset yang Berdampak!
Informatika Bukan Cuma Ngoding!
Ketua Program Studi Informatika S1 Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri, Arfhan Prasetyo, menjelaskan bahwa Program Studi Informatika UNM menawarkan berbagai bidang spesialisasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja modern.
“Di Prodi Informatika S1, mahasiswa bisa mendalami Kecerdasan Buatan, Digital Forensik, hingga Rintisan Bisnis Digital. Coding hanyalah salah satu alat, bukan satu-satunya fokus,” jelasnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (11/5).
Menurutnya, dunia industri saat ini membutuhkan talenta digital yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi inovatif yang berdampak nyata.
“Mahasiswa tidak hanya belajar membuat program, tetapi juga dilatih berpikir kritis, menyelesaikan masalah, bekerja sama dalam tim, hingga memahami bagaimana teknologi dapat diterapkan dalam kebutuhan industri dan masyarakat,” ujarnya.
Pembelajaran di Universitas Nusa Mandiri dirancang berbasis praktik dan kolaborasi lintas disiplin. Mahasiswa diajak mengembangkan berbagai proyek teknologi yang aplikatif, mulai dari pengembangan aplikasi, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), keamanan digital, hingga inovasi berbasis bisnis digital.
Selain itu, UNM juga menghadirkan program unggulan Internship Experience Program (IEP) 3+1, yaitu tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman langsung di luar kampus melalui magang, proyek industri, atau riset. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan dunia profesional sebelum lulus sehingga lebih siap menghadapi kebutuhan industri digital.
Baca juga:Benchmarking Kampus Makin Serius, Magister Informatika UNM Perkuat Kolaborasi Akademik Nasional
Dukungan Fakultas Teknologi Informasi juga diwujudkan melalui akses sertifikasi industri dan program magang di berbagai perusahaan mitra yang semakin memperkuat kesiapan karier lulusan.
“Kami ingin lulusan Informatika UNM menjadi talenta yang adaptif, tidak hanya kuat secara teknis tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kreativitas yang dibutuhkan di era digital,” tambah Arfhan.
Melalui pendekatan pembelajaran inovatif dan berbasis kebutuhan industri, Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen mencetak generasi muda yang siap bersaing di dunia teknologi modern.
Sebagai Kampus Digital Bisnis dengan tagline “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, Universitas Nusa Mandiri menghadirkan pendidikan teknologi yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga membangun pengalaman, kompetensi, dan kesiapan karier mahasiswa di masa depan.









