Mahasiswi UNM Tampil Total di Peksimida DKI 2026

NusmandiriNews, Jakarta – Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengekspresikan gagasan dan nilai-nilai kemanusiaan melalui karya seni. Semangat itulah yang ditunjukkan Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis dengan mengirimkan mahasiswinya untuk berlaga pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) DKI Jakarta 2026.

Mahasiswi Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri, Syifa Magfiroh, tampil mewakili kampus pada cabang lomba Monolog yang digelar di Gedung Ki Hajar Dewantara Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/7).

Baca juga:Mahasiswi Universitas Nusa Mandiri Tampil Memukau di PEKSIMIDA DKI 2026, Buktikan Talenta Kampus Digital Bisnis

Mahasiswi UNM Tampil Total di Peksimida DKI 2026

Dalam kompetisi tersebut, Syifa membawakan naskah Balada Sumarah karya Tentrem Lestari, salah satu dari sepuluh naskah yang telah ditetapkan panitia. Naskah ini mengangkat tema kemanusiaan dan perjuangan seorang perempuan yang menghadapi ketidakadilan serta stigma dalam kehidupannya.

Sebelum tampil di panggung, Syifa telah mengikuti technical meeting pada 15 Juli 2026 dan menjalani sesi blocking serta pengecekan panggung pada 20 Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan teknis.

Menurut Syifa, tantangan terbesar dalam membawakan tokoh Sumarah adalah menghadirkan emosi yang kompleks agar pesan dalam naskah dapat diterima oleh penonton dan dewan juri.

“Saya harus mampu menyampaikan rasa sakit, perjuangan, dan keteguhan hati tokoh tersebut bukan hanya melalui dialog, tetapi juga lewat ekspresi, intonasi, gestur, dan penghayatan. Saya berharap dapat memberikan penampilan terbaik, membanggakan Universitas Nusa Mandiri, sekaligus memperoleh pengalaman dan masukan yang berharga untuk terus berkembang,” ujar Syifa.

Baginya, keikutsertaan dalam Peksimida bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan seni peran dan menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan melalui karya monolog.

Koordinator Kemahasiswaan Universitas Nusa Mandiri, Taopik Hidayat, mengapresiasi semangat mahasiswa yang terus berani menunjukkan potensi terbaiknya di berbagai ajang kompetisi, termasuk di bidang seni.

“Universitas Nusa Mandiri selalu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga seni, budaya, olahraga, dan kepemimpinan. Partisipasi Syifa di Peksimida menjadi bukti bahwa mahasiswa UNM memiliki keberanian untuk berkompetisi, berkarya, dan membawa nama baik kampus di tingkat regional hingga nasional,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Kamis (23/7).

Ia menambahkan bahwa pengalaman mengikuti kompetisi menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa.

Baca juga:Mahasiswi Sains Data UNM Curi Perhatian di Peksimida DKI 2026 Lewat Lomba Poster Digital

“Kami percaya setiap kompetisi adalah proses pembelajaran. Apa pun hasilnya nanti, pengalaman yang diperoleh akan membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih percaya diri, tangguh, kreatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tambahnya.

Sebagai Kampus Digital Bisnis, katanya, Universitas Nusa Mandiri terus berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.

“Dukungan terhadap partisipasi mahasiswa dalam ajang bergengsi seperti Peksimida DKI Jakarta 2026 menjadi bagian dari upaya kampus dalam mencetak lulusan yang berprestasi, adaptif, dan memiliki daya saing,” tandasnya.

Hasil perlombaan dijadwalkan diumumkan pada 24 Juli 2026 di Universitas Indonesia (UI). Apabila berhasil meraih hasil terbaik, Syifa akan melanjutkan perjuangannya ke Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) dan membawa nama Universitas Nusa Mandiri ke panggung nasional.