UNM Curi Perhatian Dekan Fasilkom Jayabaya

NusamandiriNews, Jakarta – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mempertemukan berbagai disiplin ilmu dalam satu ruang kolaborasi. Karena itu, perguruan tinggi dituntut tidak hanya mengikuti perubahan teknologi, tetapi juga membangun jejaring dan membuka peluang kerja sama untuk memperkuat kualitas pendidikan.

Pandangan tersebut disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Jayabaya, Dr. Ir. Endang Sri Rahayu, saat menghadiri Seminar Artificial Intelligence di Aula Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, Jl Raya Jatiwaringin No 2, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, pada Kamis (29/10).

Baca juga: Rektor UNM Tegaskan Ketekunan dan Integritas Tetap Jadi Kunci Prestasi di Era AI

UNM Curi Perhatian Dekan Fasilkom Jayabaya

Dalam wawancara eksklusif, Dr. Endang mengungkapkan bahwa kunjungan pertamanya ke UNM memberikan pengalaman dan wawasan baru. Ia menilai penyelenggaraan acara tersebut menghadirkan perpaduan menarik antara penguatan wawasan teknologi, apresiasi terhadap sivitas akademika, dan peluncuran buku yang merekam perjalanan inspiratif alumni dan mahasiswa.

“Secara keseluruhan, ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya dan kunjungan pertama saya ke kampus UNM. Acara hari ini sangat positif karena tidak hanya menghadirkan materi seminar AI yang sangat relevan bagi semua bidang, tetapi juga menyisipkan bentuk penghargaan nyata kepada mahasiswa, dosen, hingga peluncuran buku kisah inspiratif alumni dan mahasiswa,” ungkap Dr. Endang usai menghadiri acara, Kamis (29/10).

Sebagai akademisi di bidang ilmu komputer, Dr. Endang menilai pemilihan AI sebagai tema seminar sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan dan perkembangan dunia kerja saat ini. Menurutnya, pemahaman terhadap teknologi tersebut tidak lagi terbatas pada mahasiswa atau akademisi bidang komputasi.

AI telah berkembang menjadi teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor. Oleh sebab itu, setiap disiplin ilmu perlu memahami peluang sekaligus dampak penggunaannya agar mampu beradaptasi dengan perubahan.

“Apapun latar belakang bidangnya, saat ini mau tidak mau kita harus paham tentang AI. Topik dan tema seminar hari ini sangat menarik karena membuka wawasan kita bahwa teknologi AI berdampak luas ke berbagai sektor,” tambahnya.

Pandangan tersebut memperlihatkan pentingnya ruang belajar lintas disiplin. Penguasaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap bidang keilmuan masing-masing agar pemanfaatan AI dapat menjawab persoalan secara lebih kontekstual.

Selain menyoroti materi seminar, Dr. Endang juga mengapresiasi konsep acara UNM yang menggabungkan diskusi teknologi dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa dan dosen berprestasi serta peluncuran buku kisah inspiratif alumni dan mahasiswanya.

Menurutnya, apresiasi terhadap pencapaian sivitas akademika perlu disampaikan secara terbuka agar menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi lingkungan kampus. Penghargaan tidak hanya menjadi pengakuan bagi penerimanya, tetapi juga dapat memperlihatkan bahwa proses dan pencapaian akademik memiliki tempat dalam perjalanan institusi.

“Bentuk penghargaan itu betul-betul diekspos dan disampaikan ke semuanya sehingga mahasiswa menjadi bangga. Menggabungkan pemberian materi dengan apresiasi seperti ini adalah cara yang sangat efektif dan efisien,” puji Dekan Fasilkom Universitas Jayabaya tersebut.

Ia menilai perpaduan kegiatan akademik dan apresiasi semacam itu dapat menghadirkan pengalaman yang lebih menyeluruh bagi peserta. Seminar membuka wawasan, sementara penghargaan dan buku inspiratif memperlihatkan contoh nyata perjalanan serta pencapaian sivitas akademika.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Endang juga menyampaikan harapan agar UNM terus berkembang setelah memasuki usia ke-25. Ia berharap institusi dapat mewujudkan visi yang dicita-citakan, menghasilkan lulusan berkualitas, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Baca juga:Rektor UNM Dorong AI Makin Cerdas dan Manusiawi

Ia turut menyinggung peluang kolaborasi antara Universitas Jayabaya dan UNM. Meski masih dalam tahap perbincangan awal antarkolega, ia menyatakan keterbukaan untuk mengembangkan gagasan dan kegiatan bersama pada masa mendatang.

“Harapan saya ke depan, UNM semakin maju, visi yang dicita-citakan tercapai dengan baik, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Terkait kolaborasi antara Universitas Jayabaya dan UNM, sejauh ini sudah ada perbincangan awal yang hangat antarkolega, dan insyaallah ke depan kami sangat terbuka untuk membangun kerja sama dan ide-ide kegiatan bersama,” pungkasnya.

Kehadiran mitra perguruan tinggi UNM yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis menjadi salah satu ruang untuk mempererat hubungan antarakademisi. Lebih dari sekadar pertemuan seremonial, interaksi tersebut membuka kesempatan bagi perguruan tinggi untuk saling bertukar gagasan, memperluas jejaring, dan menjajaki program yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat.