NusamandiriNews, Jakarta — Perkembangan Artificial Intelligence (AI) kini semakin masif dan tidak lagi terbatas pada laboratorium teknologi atau perusahaan besar. Teknologi ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten di media sosial, asisten virtual di smartphone, hingga otomasi dalam dunia bisnis dan industri.
Fenomena ini mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memahami cara kerja AI agar mampu memanfaatkannya secara optimal. Berdasarkan laporan McKinsey Global Institute 2025, lebih dari 50 persen perusahaan global telah mengimplementasikan AI dalam operasionalnya, mulai dari analisis data hingga personalisasi layanan.
Baca juga:Sempro Tesis UNM 2026: Riset AI, IoT & Blockchain Kian Tajam
AI Kuasai Dunia Kerja
Menanggapi hal tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis berkomitmen menyiapkan mahasiswa dengan kompetensi AI yang relevan dengan kebutuhan industri.
Menurut Bryan Givan, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, AI membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas.
“AI bukan sekadar teknologi canggih. Mahasiswa yang memahami AI dapat memanfaatkannya untuk analisis data, pembuatan konten, hingga meningkatkan efisiensi kerja. Ini menjadi nilai tambah di dunia kerja maupun bisnis,” ujarnya pada rilis yang diterima, Rabu (15/4).
Ia menambahkan, pemanfaatan AI juga harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif agar hasil analisis dapat diinterpretasikan dengan tepat dalam pengambilan keputusan.
Di UNM, mahasiswa dibekali pembelajaran AI melalui berbagai program studi. Program Studi Informatika mengajarkan machine learning, natural language processing, dan pengembangan sistem cerdas. Program Studi Sains Data fokus pada pengolahan data besar, prediksi tren, dan pengambilan keputusan berbasis data. Sementara itu, Program Studi Bisnis Digital mengintegrasikan AI dalam strategi pemasaran, personalisasi layanan, serta analisis perilaku konsumen.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan AI dalam berbagai sektor.
Bryan menegaskan, penguasaan AI membuka peluang karier yang luas, mulai dari teknologi, bisnis, hingga riset dan inovasi produk.
Baca juga:Kuliah Sambil Bangun Karier? UNM Dorong Mahasiswa Kerja Sejak Dini
“Generasi muda harus melihat AI sebagai partner dalam belajar dan bekerja. Dengan memahami AI, mahasiswa dapat menciptakan solusi inovatif yang berdampak bagi industri dan masyarakat,” tambahnya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus mendorong penguasaan teknologi digital, termasuk AI dan analisis data, guna mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja modern.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi inovator dan profesional digital yang kompeten, sekaligus menciptakan peluang baru di era transformasi digital.









