
NusamandiriNews, Jakarta – Persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif membuat lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi yang diakui secara profesional. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong mahasiswa untuk memperkuat daya saing melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Sertifikasi kompetensi kini menjadi salah satu indikator penting yang dilirik perusahaan dalam proses rekrutmen. Selain membuktikan penguasaan keterampilan tertentu, sertifikasi juga menunjukkan bahwa kompetensi seseorang telah diuji berdasarkan standar yang diakui dunia kerja.
Baca juga:Siap Kerja Global! Mahasiswa FTI UNM Jalani Sertifikasi Kompetensi Analis Program
Universitas Nusa Mandiri Dorong Mahasiswa Kantongi Sertifikasi
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri Kampus Jatiwaringin, Sofian Wira Hadi, mengatakan bahwa mahasiswa sebaiknya memanfaatkan masa perkuliahan untuk memperkaya kemampuan melalui berbagai program sertifikasi yang relevan dengan bidang keilmuannya.
“Di era digital, ijazah saja belum cukup. Mahasiswa perlu memiliki sertifikasi kompetensi sebagai bukti bahwa kemampuan yang dimiliki telah memenuhi standar industri. Ini menjadi nilai tambah yang sangat penting ketika memasuki dunia kerja,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (20/7).
Menurutnya, perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat membuat mahasiswa harus memiliki semangat belajar sepanjang hayat. Sertifikasi menjadi salah satu cara untuk memastikan kompetensi yang dimiliki selalu selaras dengan perkembangan industri.
Melalui berbagai program pengembangan yang difasilitasi kampus, mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi di berbagai bidang, seperti teknologi informasi, analisis data, digital marketing, manajemen proyek, hingga keterampilan profesional lainnya yang banyak dibutuhkan perusahaan.
“Sertifikasi bukan sekadar selembar dokumen. Sertifikasi adalah pengakuan profesional atas kemampuan seseorang. Ketika mahasiswa memiliki ilmu, pengalaman, dan sertifikasi, mereka akan lebih percaya diri sekaligus memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar kerja,” jelasnya.
Selain meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan, proses sertifikasi juga mendorong mahasiswa untuk lebih memahami materi secara mendalam melalui praktik dan pengujian kompetensi. Bekal tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan dunia profesional yang semakin dinamis.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus menghadirkan ekosistem pembelajaran yang adaptif melalui pelatihan, workshop, seminar, serta fasilitasi sertifikasi kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bekerja dan berkarier di era transformasi digital.
Baca juga: Tak Cukup IPK, Mahasiswa UNM Dibekali Sertifikasi Mikrotik untuk Hadapi Industri Digital
Ia pun mengajak seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan pengembangan diri yang tersedia selama masa kuliah.
“Jangan hanya fokus mengejar IPK. Bangun juga pengalaman, perluas jejaring, dan lengkapi diri dengan sertifikasi kompetensi. Kombinasi itulah yang akan membuat mahasiswa lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja dan mampu membuka lebih banyak peluang karier di masa depan,” tutupnya.








