NusamandiriNews, Jakarta – Perkembangan teknologi Generative Artificial Intelligence (AI) yang semakin masif telah mengubah lanskap industri global. Tidak hanya menciptakan efisiensi, teknologi ini juga melahirkan profesi baru yang membutuhkan kombinasi keahlian di bidang Software Engineering, Data Science, dan Artificial Intelligence.
Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis akan menggelar Open House Program Studi Magister Informatika (S2) dengan tema “Generative AI: From Coding to Insight, Uniting Software Engineering & Data Science” pada Sabtu 20 Juni 2026, pukul 10.00-12.00 WIB secara daring.
Baca juga:AI Jangan Bunuh Nalar Mahasiswa!
Open House S2 Informatika UNM Siap Bongkar Peluang Karier Masa Depan
Kegiatan yang akan dilaksanakan secara daring ini menjadi wadah bagi para profesional, lulusan sarjana, akademisi, praktisi teknologi, hingga pegiat data untuk memahami lebih dalam bagaimana Generative AI menjadi motor penggerak transformasi digital di berbagai sektor.
Rektor Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana, S.Si., MM., M.Kom., IPU., ASEAN Eng, dijadwalkan membuka kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan arah pengembangan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri berbasis kecerdasan buatan.
Open House ini juga menghadirkan Bey Arief Budiman, ST, AVP Product and Partnership Jatis Mobile, Chief of AI for Product Solution, Executive Chairman AIDI, sekaligus Board Member ARDIN Jawa Barat sebagai keynote speaker. Ia akan membahas perkembangan terkini AI, tren industri, serta peluang karier yang muncul seiring meningkatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan di berbagai bidang.
Selain itu, peserta akan memperoleh wawasan langsung dari para akademisi dan praktisi yang aktif berkecimpung di dunia teknologi dan data, yakni Prof. Dr. Agus Subekti, MT, Ketua Program Studi Magister Informatika UNM sekaligus peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Sony Harianto, M.Kom, Senior Data Architect PT NTT Indonesia Technology.
Ketua Program Studi Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Agus Subekti, MT, mengatakan bahwa Generative AI saat ini bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan telah menjadi kebutuhan di hampir seluruh sektor industri.
“Saat ini perusahaan tidak hanya membutuhkan programmer atau analis data secara terpisah. Industri mencari talenta yang mampu memahami integrasi antara software engineering, data science, dan artificial intelligence untuk menghasilkan solusi yang inovatif dan bernilai bisnis. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pendidikan pascasarjana menjadi langkah strategis bagi para profesional yang ingin tetap relevan di era digital,” jelasnya.
Menurutnya, Open House ini dirancang untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan AI terkini sekaligus memperkenalkan bagaimana Program Magister Informatika UNM mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan teknologi masa depan.
Sementara itu, Wawan Kurniawan, Tim Marketing Komunikasi (Markom) Universitas Nusa Mandiri, menilai kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi para calon mahasiswa yang ingin meningkatkan kompetensi dan daya saing profesionalnya.
“Perkembangan AI telah menciptakan banyak peluang baru di dunia kerja. Open House ini tidak hanya membahas teknologi, tetapi juga memberikan gambaran mengenai prospek karier, peluang riset, kurikulum, serta keunggulan Program Magister Informatika Universitas Nusa Mandiri. Kami ingin peserta memperoleh informasi yang lengkap sebelum memutuskan melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana, ungkapnya dalam keterangan rilis yang diterima, pada Senin (8/6).
Baca juga:Jangan Jadi Penonton Revolusi AI, Saatnya Jadi Pencipta
Ia menambahkan bagi para profesional, lulusan S1, praktisi teknologi, maupun pegiat data yang ingin meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas peluang karier di era kecerdasan buatan, kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk memperoleh wawasan langsung dari para pakar dan pelaku industri.
“Melalui Open House ini, UNM berharap semakin banyak talenta digital Indonesia yang mampu memanfaatkan peluang besar di era Generative AI dan menjadi bagian dari transformasi digital nasional,” tutupnya.










