NusamandiriNews, Jakarta–Perkembangan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah hampir seluruh sektor industri, mulai dari perbankan, ritel, kesehatan, hingga transportasi. Transformasi ini tidak hanya mengubah cara perusahaan beroperasi, tetapi juga meningkatkan kebutuhan terhadap talenta yang menguasai teknologi sekaligus memahami bisnis digital.
Kebutuhan akan sumber daya manusia berbasis teknologi kini menjadi salah satu tantangan terbesar di dunia industri. Laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum menunjukkan bahwa profesi seperti data analyst, artificial intelligence specialist, dan software developer termasuk dalam pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat secara global.
Baca juga: Dari Mahasiswa Jadi Ahli Digital Marketing, Ini Strategi yang Disiapkan Universitas Nusa Mandiri
Dunia Kerja 2026 Hanya Butuh Talenta Digital
Di Indonesia, kebutuhan talenta digital juga terus meningkat. Kementerian Komunikasi dan Digital memperkirakan kebutuhan talenta digital nasional dapat mencapai sekitar 9 juta orang hingga tahun 2030. Angka ini menunjukkan besarnya peluang sekaligus tantangan dalam menyiapkan SDM unggul di era ekonomi digital.
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, Bryan Givan, menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
“Transformasi digital membuat hampir semua perusahaan membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu melihat peluang bisnis dari teknologi tersebut,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Selasa (14/4).
Menurutnya, perusahaan saat ini tidak lagi hanya mencari lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga yang memiliki keterampilan praktis dan adaptif terhadap perubahan.
“Industri membutuhkan talenta yang menguasai analisis data, pemrograman, serta memiliki pemahaman bisnis digital. Kombinasi ini menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan di dunia kerja saat ini,” jelasnya.
Tren ini juga diperkuat oleh laporan LinkedIn Jobs on the Rise yang menempatkan berbagai profesi di bidang teknologi sebagai pekerjaan paling diminati. Posisi seperti data scientist, digital marketing specialist, hingga machine learning engineer menjadi semakin dibutuhkan dalam era ekonomi digital.
Seiring dengan itu, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia menunjukkan tren positif. Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA Report memproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia dapat melampaui 130 miliar dolar AS dalam beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan ini tentu membutuhkan dukungan talenta digital yang kompeten dan siap pakai.
Bryan Givan menilai bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab kebutuhan tersebut.
“Perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri agar lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan soft skills seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan problem solving.
“Mahasiswa harus memiliki pola pikir inovatif dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai solusi dalam menghadapi tantangan bisnis,” tambahnya.
Baca juga:Bukan Cuma Pintar Ngajar! Soft Skills Dosen Jadi Kunci Sukses Pembelajaran di Era Digital
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus berkomitmen mencetak lulusan yang siap bersaing di era transformasi digital. Melalui program studi seperti sistem informasi, informatika, bisnis digital, hingga sains data, mahasiswa dibekali kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri.
Didukung lingkungan akademik yang adaptif dan berbasis teknologi, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teori, tetapi juga pengalaman praktis yang aplikatif.
Dengan pesatnya perkembangan ekonomi digital, kebutuhan terhadap talenta yang menguasai teknologi dan bisnis digital akan terus meningkat. Generasi muda yang mampu memanfaatkan peluang ini akan memiliki keunggulan kompetitif, baik dalam membangun karier maupun menciptakan inovasi di berbagai sektor industri. Dukungan dari institusi pendidikan seperti UNM sebagai Kampus Digital Bisnis menjadi kunci dalam mencetak talenta digital masa depan.









