Mahasiswa UNM Bidik Panggung Nasional

NusamandiriNews, Jakarta — Di tengah gemerlap perkembangan teknologi digital, mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis membuktikan bahwa kreativitas tidak hanya lahir dari layar teknologi, tetapi juga melalui kekuatan cerita visual. Melalui ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) DKI Jakarta 2026, mahasiswa UNM turut menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menyampaikan pesan sosial melalui karya fotografi.

Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Nusa Mandiri, Naufal Rizky Putra, menjadi perwakilan UNM dalam cabang lomba Fotografi Peksimida DKI Jakarta 2026 yang digelar di Kampus Meruya Universitas Mercu Buana (UMB), Jakarta Barat. Kompetisi tingkat wilayah ini menjadi salah satu tahapan seleksi menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas).

Baca juga:Mahasiswi Universitas Nusa Mandiri Tampil Memukau di PEKSIMIDA DKI 2026, Buktikan Talenta Kampus Digital Bisnis

Mahasiswa UNM Bidik Panggung Nasional

Pada cabang fotografi tahun ini, peserta ditantang menghadirkan karya bertema “Potret Harapan Indonesia” dengan pendekatan fotografi jurnalistik/dokumenter yang mencakup kategori portraiture, street photography, dan human interest.

Berbeda dengan cabang perlombaan lain yang memiliki lokasi pengerjaan terbatas, kompetisi fotografi memberikan ruang eksplorasi lebih luas kepada peserta. Para peserta melakukan hunting foto secara mandiri pada 16–19 Juli 2026 dengan tetap mengikuti ketentuan teknis yang telah ditetapkan panitia.

Dalam menjawab tema besar kompetisi, Naufal memilih kawasan Kota Tua Jakarta dan pasar barang antik sebagai lokasi eksplorasi visual. Melalui kameranya, ia menghadirkan potret kehidupan masyarakat kecil perkotaan yang menggambarkan semangat bertahan, perjuangan, dan harapan.
Beberapa karya yang dihasilkan antara lain “Pundak yang Tak Berhenti Melangkah” yang mengangkat kisah seorang perempuan lanjut usia yang tetap bekerja keras di tengah aktivitas wisata Kota Tua.

Karya lainnya, “Ontel di Antara Laju Zaman”, menampilkan sosok pengayuh sepeda ontel dengan latar bangunan kolonial, menggambarkan bagaimana kehidupan tradisional tetap bertahan di tengah arus modernisasi.

Sementara karya “Suara di Tengah Bisingnya Kota” merekam perjuangan seorang pengamen tunanetra yang menjadikan kemampuan bernyanyi sebagai kekuatan untuk terus berkarya. Adapun karya “Warisan yang Terus Diwariskan” mengangkat cerita keberlangsungan usaha rakyat kecil yang bertahan lintas generasi.

Karya-karya tersebut dinilai berdasarkan beberapa aspek, mulai dari kesesuaian tema, kekuatan narasi visual, teknik fotografi, orisinalitas, momentum pengambilan gambar, hingga dampak pesan yang disampaikan.

Keikutsertaan mahasiswa Sistem Informasi dalam ajang seni ini menjadi bukti bahwa kompetensi mahasiswa bidang teknologi tidak hanya terbatas pada kemampuan digital, tetapi juga mencakup kreativitas, komunikasi visual, dan kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial.

Koordinator Kemahasiswaan Universitas Nusa Mandiri, Taopik Hidayat, mengapresiasi partisipasi mahasiswa UNM dalam Peksimida DKI Jakarta 2026. Menurutnya, kegiatan seni menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan karakter, kreativitas, dan kemampuan komunikasi.

“Prestasi mahasiswa tidak hanya diukur melalui capaian akademik, tetapi juga melalui keberanian mereka mengeksplorasi potensi diri di berbagai bidang. Keikutsertaan Naufal dalam Peksimida menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Nusa Mandiri mampu beradaptasi, berkreasi, dan menyampaikan pesan positif melalui karya yang memiliki nilai sosial,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (22/7).

Ia menambahkan, Universitas Nusa Mandiri terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan.

“Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM tidak hanya fokus membangun kompetensi teknologi mahasiswa, tetapi juga mendorong mereka memiliki kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan berkolaborasi. Hal ini menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.

Peksimida DKI Jakarta 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menampilkan karya terbaik sekaligus memperluas jejaring antarmahasiswa. Ajang ini juga menjadi sarana pelestarian seni dan budaya melalui kreativitas generasi muda.

Baca juga:Mahasiswi Sains Data UNM Curi Perhatian di Peksimida DKI 2026 Lewat Lomba Poster Digital

Bagi Universitas Nusa Mandiri, keikutsertaan mahasiswa dalam berbagai kompetisi nasional merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh.

Dengan semangat “Ubah Mimpi Jadi Prestasi”, UNM terus mendorong mahasiswa untuk aktif berkarya, berinovasi, dan mengambil peluang dalam berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.

Melalui partisipasi di Peksimida DKI Jakarta 2026, Naufal Rizky Putra membuktikan bahwa mahasiswa bidang teknologi juga mampu berbicara melalui seni. Sebuah pesan bahwa inovasi tidak hanya hadir melalui kode dan sistem, tetapi juga melalui cerita yang mampu menyentuh banyak orang.