NusamandiriNews, Jakarta–Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, kemampuan akademik saja tidak lagi cukup untuk membuat lulusan unggul. Perusahaan kini juga menilai personal branding calon karyawan, mulai dari jejak digital, portofolio, hingga kontribusi profesional yang ditampilkan di berbagai platform.
Personal branding menjadi strategi penting bagi mahasiswa untuk membangun citra diri yang profesional dan konsisten. Melalui personal branding, mahasiswa dapat menunjukkan kompetensi, pengalaman, serta prestasi yang relevan dengan bidang yang diminati, sehingga memudahkan recruiter dalam menilai potensi mereka.
Baca juga: Bukan Cuma IPK, Personal Branding Kini Jadi Senjata Wajib Mahasiswa di Era Digital 2026
Personal Branding Jadi Kunci Sukses Karier
Fenomena ini semakin menguat seiring meningkatnya penggunaan platform profesional seperti LinkedIn. Berdasarkan LinkedIn Workforce Report 2025, lebih dari 90 persen recruiter memanfaatkan profil digital kandidat sebagai salah satu pertimbangan utama dalam proses rekrutmen, termasuk melihat portofolio proyek, keterampilan, dan rekomendasi profesional.
Bryan Givan, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Jatiwaringin, menegaskan bahwa personal branding menjadi faktor pembeda yang signifikan di dunia kerja.
“Mahasiswa tidak hanya perlu fokus pada capaian akademik, tetapi juga membangun reputasi profesional. Personal branding yang kuat akan membuat seseorang dikenal karena kompetensi dan kontribusinya,” ujarnya, Kamis (16/4).
Menurutnya, personal branding tidak sekadar aktif di media sosial, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa menunjukkan kemampuan nyata yang bermanfaat. Hal ini dapat dilakukan melalui publikasi karya, berbagi insight, hingga menampilkan pengalaman proyek yang relevan dengan bidang yang ditekuni, baik di sektor teknologi, bisnis digital, maupun analisis data.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM mendorong mahasiswa untuk mengembangkan personal branding secara terarah. Pada Program Studi Manajemen, mahasiswa dibekali kemampuan komunikasi profesional, strategi pemasaran, serta digital marketing yang dapat diterapkan dalam membangun citra diri.
Sementara itu, mahasiswa pada Program Studi Sistem Informasi, Informatika, dan Sains Data didorong untuk membangun portofolio berbasis proyek teknologi maupun analisis data yang dapat memperkuat profil profesional mereka.
Bryan Givan menambahkan bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam membangun personal branding yang kuat.
Baca juga: Bukan Sekadar CV, Personal Branding Jadi Kunci Karier Mahasiswa di Era Digital
“Reputasi profesional terbentuk dari karya, pemikiran, dan kontribusi yang dilakukan secara berkelanjutan. Mahasiswa yang mampu menampilkan keahlian secara konsisten akan lebih mudah mendapatkan peluang di dunia industri,” tambahnya.
UNM sebagai Kampus Digital Bisnis terus berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki identitas profesional yang kuat dan relevan dengan kebutuhan industri.
Dengan membangun personal branding sejak masa kuliah, mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk menonjol di dunia kerja serta mengakses berbagai kesempatan karier, baik di tingkat nasional maupun global.









