
NusamandiriNews, Jakarta – Batas ruang kelas semakin terbuka di era digital. Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperluas jejaring internasional dengan menjajaki kolaborasi bersama Batangas State University, Filipina. Kedua perguruan tinggi akan menggelar pertemuan secara daring untuk mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan pengalaman belajar lintas negara bagi mahasiswa tanpa harus meninggalkan kampus. Salah satu peluang yang tengah dijajaki adalah penerapan Collaborative Online International Learning (COIL), yakni pembelajaran kolaboratif berbasis digital yang mempertemukan mahasiswa dari dua institusi dalam aktivitas akademik bersama.
Baca juga: Kolaborasi Industri Jadi Kunci, FEB UNM Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Berwirausaha
Kolaborasi Global Lewat COIL
Melalui COIL, mahasiswa berpeluang bertukar perspektif, mengenal budaya dari negara lain, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi dalam lingkungan internasional. Model pembelajaran ini juga menjadi alternatif internasionalisasi pendidikan tinggi yang tidak hanya mengandalkan mobilitas fisik mahasiswa.
Arif Hidayat, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Nusa Mandiri (UNM), mengatakan penjajakan dengan Batangas State University merupakan bagian dari strategi UNM memperluas pengalaman internasional mahasiswa melalui pemanfaatan teknologi.
“Kolaborasi internasional saat ini tidak selalu harus dilakukan melalui mobilitas fisik. Dengan teknologi digital, mahasiswa dapat berinteraksi dan belajar bersama mahasiswa dari negara lain secara lebih fleksibel. COIL menjadi salah satu peluang yang sangat menarik untuk menghadirkan pengalaman global tersebut di dalam ruang pembelajaran,” kata Arif dalam rilis yang diterima, pada Selasa (8/9).
Menurutnya, kerja sama internasional perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan pengalaman nyata dan berdampak terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa.
“Kami ingin kerja sama internasional tidak berhenti pada hubungan antarinstitusi, tetapi berkembang menjadi program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh sivitas akademika. Pertemuan dengan Batangas State University diharapkan dapat menemukan bentuk kolaborasi yang konkret, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa hubungan UNM dan Batangas State University menjadi bagian dari upaya membangun jejaring akademik di kawasan Asia. Pertemuan mendatang diharapkan menjadi ruang untuk bertukar perspektif mengenai praktik pendidikan tinggi, menemukan kesamaan kepentingan, serta menggali kemungkinan pengembangan program bersama secara bertahap.
Baca juga:Universitas Nusa Mandiri Perkuat Kolaborasi dengan Cisco, Siapkan Talenta Digital Siap Industri AI
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus mendorong ekosistem pendidikan yang terbuka terhadap perkembangan teknologi dan kolaborasi global. Pengembangan COIL diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa, terutama dalam komunikasi, kolaborasi, adaptasi, serta pemahaman lintas budaya yang semakin dibutuhkan di dunia pendidikan dan dunia kerja global.
“Melalui komunikasi dan penjajakan yang berkelanjutan, UNM dan Batangas State University diharapkan dapat membangun fondasi kerja sama yang lebih konkret, adaptif, dan memberikan manfaat bagi sivitas akademika kedua institusi,” tutupnya.








