NusamandiriNews, Depok–Di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis dan perubahan perilaku konsumen yang berlangsung cepat, kemampuan berinovasi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah usaha. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis akan menggelar seminar bertajuk “Penerapan Design Thinking untuk Menciptakan Inovasi Bisnis yang Relevan dan Berkelanjutan” pada Kamis (4/6), pukul 14.00 WIB hingga selesai di Aula Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda, Jl Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNM dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia bisnis modern. Seminar akan mengupas bagaimana pendekatan Design Thinking dapat digunakan untuk memahami kebutuhan pelanggan, memecahkan permasalahan secara kreatif, serta menghasilkan inovasi bisnis yang mampu bertahan di tengah perubahan pasar.
Baca juga:Bisnis Kuliner Tak Cukup Modal Viral? Mahasiswa Manajemen UNM Bongkar Rahasia Sukses Mie Khangen!
UNM Gelar Seminar Design Thinking
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa untuk memiliki pola pikir inovatif, adaptif, dan berorientasi pada solusi. Pendekatan Design Thinking dinilai menjadi salah satu metode yang efektif untuk menciptakan produk, layanan, maupun strategi bisnis yang lebih relevan dengan kebutuhan pengguna.
Seminar ini menghadirkan Jefri Pratam, seorang profesional di bidang pendidikan, akademisi, sekaligus konsultan bisnis, sebagai narasumber utama. Dengan pengalaman yang dimilikinya, Jefri akan berbagi wawasan mengenai penerapan Design Thinking dalam pengembangan bisnis serta strategi menciptakan inovasi yang berkelanjutan di era digital.
Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri, Instianti Elyana, menegaskan bahwa kemampuan berinovasi kini menjadi kompetensi yang wajib dimiliki generasi muda, khususnya mereka yang ingin terjun ke dunia bisnis dan kewirausahaan.
“Design Thinking bukan hanya sebuah metode, tetapi juga pola pikir yang menempatkan kebutuhan manusia sebagai pusat inovasi,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (8/4).
Melalui seminar ini, kami berharap mahasiswa mampu mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta menghasilkan solusi bisnis yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan.
Baca juga:Siap Hadapi Era Digital? Prodi Manajemen UNM Cetak Inovator Bisnis, Bukan Sekadar Pencari Kerja!
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia usaha dan industri,” ujarnya.
Selain memperoleh wawasan langsung dari praktisi dan akademisi, peserta juga akan mendapatkan e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan akademik tersebut.
“Melalui seminar ini, Universitas Nusa Mandiri kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan industri dan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi juga mampu menciptakan solusi yang berdampak dan berkelanjutan di era transformasi digital,” tutupnya.










