NSC UNM Perkuat Jejaring Startup

NusamandiriNews, Jakarta – Membangun bisnis di era digital tidak cukup hanya bermodal ide. Diperlukan pendampingan, inovasi, jejaring, dan kemampuan beradaptasi agar ide dapat berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan. Semangat tersebut menjadi perhatian Nusa Mandiri Startup Center (NSC) Universitas Nusa Mandiri (UNM) melalui kehadirannya dalam Pembukaan MRUF ENVOY 18, program pendampingan kewirausahaan yang diinisiasi Mitra Riset dan Usaha Foundation (MRUF) sejak 2008.

Kegiatan pembukaan MRUF ENVOY 18 digelar secara daring pada Kamis (3/9), pukul 10.00–11.00 WIB. Kegiatan ini diikuti berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan kewirausahaan generasi muda, termasuk NSC sebagai bagian dari ekosistem kewirausahaan di lingkungan Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis.

Baca juga:Calon Mahasiswa Diajak Bangun Startup Sejak Dini, NSC UNM Gelar Workshop Digital Bisnis

NSC UNM Perkuat Jejaring Startup

Kehadiran NSC menjadi bentuk dukungan terhadap program pengembangan startup dan kewirausahaan yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk memperoleh wawasan, pendampingan, pengalaman, serta jejaring dalam membangun dan mengembangkan bisnis.

Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) dan Nusa Mandiri Startup Center (NSC) UNM, Fitra Septia Nugraha, mengatakan kolaborasi dan jejaring menjadi elemen penting dalam membentuk entrepreneur muda yang mampu menghadapi dinamika bisnis.

“Pengembangan startup tidak bisa berjalan sendiri. Generasi muda membutuhkan ruang untuk belajar, mendapatkan pendampingan, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring. Karena itu, kehadiran NSC dalam MRUF ENVOY 18 menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem kewirausahaan dan membuka lebih banyak peluang kolaborasi,” kata Fitra dalam rilis yang diterima, pada Selasa (8/9).

Menurutnya, program pendampingan seperti MRUF ENVOY 18 dapat membantu peserta mengembangkan kemampuan mulai dari mengolah ide menjadi model bisnis, menciptakan inovasi, mengelola usaha hingga membangun jejaring yang mendukung keberlanjutan bisnis.

“Kami ingin mahasiswa tidak berhenti pada tahap memiliki ide bisnis. Mereka perlu belajar bagaimana memvalidasi ide, memahami kebutuhan pasar, mengembangkan produk, mengelola bisnis, dan berani membangun jejaring. Inilah yang kami dorong melalui ekosistem NEC dan NSC di Universitas Nusa Mandiri,” ujarnya.

Sebagai Kampus Digital Bisnis, ungkapnya, UNM terus mendorong mahasiswa dan generasi muda agar memiliki pola pikir kewirausahaan serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari pengembangan bisnis. NSC hadir sebagai ruang pengembangan startup yang mendorong lahirnya ide, inovasi, dan bisnis berbasis teknologi.

Baca juga:NSC UNM Akan Bongkar Rahasia Bangun Startup Digital yang Berdampak

“Melalui keikutsertaan dalam MRUF ENVOY 18, NSC berharap jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak semakin kuat sehingga dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan potensi kewirausahaan,” tegasnya.

Pada akhirnya, ekosistem kewirausahaan tidak hanya diarahkan untuk mencetak pencari kerja, tetapi juga job creator yang mampu menciptakan peluang dan membuka lapangan pekerjaan melalui inovasi bisnis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.