
NusamandiriNews, Jakarta – Menjadi entrepreneur tidak cukup hanya berani memulai. Mahasiswa juga membutuhkan pengalaman, pendampingan, jejaring, dan lingkungan yang mendorong mereka terus berkembang. Semangat tersebut terlihat dalam Pembukaan Program Envoy 18 sekaligus Graduation Program Envoy 17 yang diselenggarakan Mien R. Uno Foundation secara daring, pada Kamis (3/9).
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mahasiswa penerima Program Envoy 17 dan Envoy 18, serta berbagai pihak yang mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Momentum ini sekaligus menjadi awal perjalanan peserta baru Envoy 18 dan apresiasi bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan rangkaian pembinaan Envoy 17.
Baca juga:NSC UNM Perkuat Jejaring Startup Lewat MRUF ENVOY 18
NEC UNM Dorong Mahasiswa Naik Kelas
Dalam kegiatan tersebut, Mien Uno memberikan sambutan dan motivasi kepada para peserta untuk terus mengembangkan potensi diri, khususnya dalam bidang kewirausahaan. Sementara Indra Uno turut memberikan semangat kepada mahasiswa agar berani belajar, berinovasi, membangun jejaring, serta menciptakan usaha yang memiliki nilai dan dampak positif.
Kehadiran Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) Universitas Nusa Mandiri (UNM) menjadi bagian dari upaya memperluas akses mahasiswa terhadap program pembinaan, mentoring, jejaring, dan pengalaman kewirausahaan di luar lingkungan kampus. Sebagai Universitas Nusa Mandiri Kampus Digital Bisnis, UNM terus mendorong mahasiswa agar mampu memanfaatkan pengetahuan, kreativitas, dan teknologi untuk mengembangkan peluang bisnis.
Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) dan Nusa Mandiri Startup Center (NSC) UNM, Fitra Septia Nugraha, mengatakan keterlibatan NEC dalam program seperti Envoy penting untuk mempertemukan mahasiswa dengan ekosistem kewirausahaan yang lebih luas.
“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman kewirausahaan di luar ruang kelas. Program seperti Envoy memberikan kesempatan untuk belajar dari mentor, membangun jejaring, menguji gagasan, dan melihat bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi usaha yang memiliki nilai,” kata Fitra dalam keterangan rilis yang diterima, pada Selasa (8/9).
Ia menambahkan, pengalaman mengikuti program kewirausahaan dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk membangun mental entrepreneur yang kreatif, adaptif, dan berorientasi pada solusi.
“Kami ingin mahasiswa Universitas Nusa Mandiri tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki keberanian menjadi pencipta peluang. Ketika ide dipadukan dengan pendampingan, jejaring, dan pemanfaatan teknologi, peluang untuk melahirkan bisnis yang berkelanjutan akan semakin terbuka,” ujarnya.
Baca juga:NEC Universitas Nusa Mandiri Bongkar 6 Jurus Ubah Ide Jadi Bisnis Digital
Ia menjelaskan bahwa Program Envoy menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan, mulai dari membangun ide bisnis, mengembangkan usaha, memperluas jejaring hingga menciptakan dampak positif bagi lingkungan. Sementara Graduation Envoy 17 menjadi penanda selesainya proses pembinaan peserta sebelumnya, sekaligus memberikan inspirasi bagi peserta Envoy 18 untuk memulai perjalanan baru.
“Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, NEC UNM terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa. Upaya ini sejalan dengan visi Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis yang mendorong lahirnya generasi muda kreatif, inovatif, adaptif, dan mampu menciptakan peluang melalui bisnis berbasis teknologi,” tandasnya.
Dari kampus, membangun ide. Dari jejaring, membuka peluang. Dari keberanian, lahir entrepreneur masa depan.








