NusamandiriNews, Jakarta–Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus memperkuat pengembangan kompetensi teknologi mahasiswa melalui kegiatan workshop bertajuk “Deteksi Objek Real-Time Menggunakan YOLO” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Doktor Informatika (HIMADIF) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) pada Minggu (3/5).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan Asc. Prof. Dr. Windu Gata, M.Kom sebagai narasumber utama. Ia dikenal sebagai salah satu ilmuwan terbaik versi AD Scientific Index dan aktif dalam pengembangan riset bidang kecerdasan buatan serta computer vision.
Baca juga: Mengenali Ikan dengan Kecerdasan Buatan: Karya Cemerlang Wisudawan Terbaik Universitas Nusa Mandiri
Belajar AI Bareng Ilmuwan Top!
Workshop dirancang dengan pendekatan praktik langsung (hands-on) untuk memberikan pemahaman komprehensif terkait teknologi computer vision berbasis Artificial Intelligence (AI), khususnya implementasi sistem deteksi objek menggunakan metode YOLO (You Only Look Once).
Dalam pelaksanaannya, peserta mempelajari berbagai tahapan pembangunan sistem deteksi objek berbasis YOLO, mulai dari instalasi tools seperti Anaconda dan Jupyter Notebook, penggunaan framework Ultralytics YOLO, hingga teknik pelabelan data menggunakan aplikasi LabelImg.
Peserta juga dibimbing dalam proses penyusunan dataset, konversi anotasi ke format YOLO, hingga pelatihan model menggunakan YOLOv8. Tidak hanya itu, workshop turut menghadirkan praktik implementasi real-time object detection menggunakan webcam dan OpenCV.
Melalui sesi praktik tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana sistem mendeteksi objek secara real-time dan menampilkan tingkat kepercayaan (confidence score) secara visual.
Asc. Prof. Dr. Windu Gata, M.Kom menyampaikan bahwa workshop ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang kecerdasan buatan sekaligus mendukung implementasi tridarma perguruan tinggi melalui kolaborasi dengan LPPM.
“Workshop ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan praktis mulai dari pengolahan data hingga implementasi sistem deteksi objek secara real-time. Computer vision menjadi salah satu kompetensi penting di era transformasi digital saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa teknologi computer vision memiliki potensi besar untuk diterapkan di berbagai sektor, mulai dari keamanan, industri, kesehatan, hingga bisnis digital.
Baca juga:Kupas YOLO dan AI, HIMADIF UNM Dorong Mahasiswa Kuasai Object Detection
“Pemanfaatan AI dan computer vision akan terus berkembang. Karena itu, mahasiswa perlu memahami teknologi ini sejak dini agar mampu beradaptasi dan menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, HIMADIF bersama LPPM Universitas Nusa Mandiri kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan riset serta teknologi digital.
Selain memperoleh pengalaman praktik, peserta juga mendapatkan e-sertifikat dan kesempatan memperluas jejaring akademik maupun profesional di bidang artificial intelligence dan computer vision.










