NusamandiriNews, Jakarta – Kekhawatiran soal kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang disebut-sebut akan menggantikan pekerjaan manusia, khususnya di bidang teknologi informasi, terus menjadi perbincangan hangat. Namun, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis justru melihat perkembangan AI sebagai peluang besar bagi generasi muda yang siap beradaptasi dan berinovasi.
Ketua Program Studi Informatika S1 Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri, Arfhan Prasetyo, menegaskan bahwa AI bukan ancaman bagi mahasiswa informatika, melainkan teknologi yang harus dipahami dan dikuasai untuk menciptakan solusi digital masa depan.
Baca juga:AI Cuma Buat Gaya? Mahasiswa Informatika UNM Diajak Bangun Aplikasi Cerdas untuk Dunia Bisnis
Mahasiswa Jadi Pengendali Teknologi!
“Di Prodi Informatika S1 Universitas Nusa Mandiri, kami mengajarkan mahasiswa untuk menjadi arsitek sistem AI, bukan sekadar pengguna. Mereka belajar bagaimana mengendalikan, mengarahkan, dan mengintegrasikan AI untuk menghasilkan solusi yang bernilai dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (20/5).
Menurutnya, perkembangan AI justru membuka banyak profesi baru di bidang teknologi, mulai dari AI Engineer, Machine Learning Developer, Data Scientist, hingga AI Solution Architect. Karena itu, mahasiswa dituntut tidak hanya mampu coding, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, problem solving, dan pemahaman etika teknologi.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus melakukan pembaruan kurikulum agar selaras dengan perkembangan industri digital global. Materi pembelajaran terkait AI, machine learning, software engineering, hingga etika teknologi kini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa Informatika.
Selain itu, mahasiswa juga dilibatkan dalam berbagai proyek riset terapan bersama dosen maupun mitra industri sebagai bentuk implementasi langsung teknologi AI di dunia nyata.
“Kami ingin lulusan UNM tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi pengembang inovasi digital. AI tidak akan menggantikan manusia yang terus belajar dan mampu beradaptasi dengan teknologi,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan literasi AI di kalangan generasi muda, Program Studi Informatika Universitas Nusa Mandiri juga akan menggelar webinar internasional bertajuk “Integration of Generative Artificial Intelligence in Modern Software Development” pada 18 Juni 2026.
Baca juga: AI Bukan Ancaman, Saatnya Mahasiswa Informatika Jadi Pencipta Inovasi
Webinar ini menghadirkan narasumber internasional dari INTI International University, Negeri Sembilan, Malaysia, yakni Prof. Dr. Deshinta Arrova Dewi. Kegiatan tersebut terbuka bagi siswa, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang ingin memahami implementasi Generative AI dalam pengembangan software modern.
Informasi lengkap terkait webinar dapat diakses melalui akun Instagram resmi @informatika.nusamandiri. Melalui berbagai program pengembangan kompetensi digital tersebut, Universitas Nusa Mandiri terus menunjukkan komitmennya sebagai Kampus Digital Bisnis yang fokus mencetak talenta teknologi unggul, inovatif, dan siap bersaing di era AI global.










